Menag Siapkan Kurikulum Cinta untuk Toleransi
Daftar isi:
JAKARTA || MTUNews.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, merencanakan kurikulum pendidikan yang mengedepankan cinta sebagai upaya meningkatkan toleransi beragama di kalangan pelajar.
“Kami ingin menciptakan kurikulum cinta. Selama ini, sebagian pengajaran agama cenderung mengajarkan bahwa kita yang paling benar, sedangkan yang lain salah atau sesat. Apa jadinya jika anak-anak terus disuguhi kebencian dalam negara yang sangat plural ini? Toleransi yang ada hanya akan menjadi semu. Kita harus menghindari hal itu,” ujar Nasaruddin di Jakarta Utara, Jumat (17/1).
Ia menegaskan bahwa toleransi sejati hanya bisa tercapai jika didasarkan pada cinta antar sesama manusia, bukan kebencian. Nasaruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menanamkan nilai cinta dan kebersamaan kepada anak-anak, terlepas dari perbedaan keyakinan.

“Setiap agama mengajarkan cinta kasih. Jadi, mengapa kita tidak menekankan persamaan yang kita miliki daripada memperbesar perbedaan? Kita ingin menjadikan Indonesia contoh kerukunan umat beragama di dunia,” tambahnya.
Kasih Sayang sebagai Dasar Perdamaian
Dalam perayaan Natal Nasional 2024, Nasaruddin juga menekankan pentingnya menebarkan cinta kasih dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
“Semakin umat berpegang teguh pada ajaran agama, dunia akan semakin damai dan harmonis. Sebaliknya, jika ada jarak antara umat dan ajaran agama, kerusakan pada manusia dan alam bisa terjadi,” katanya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momen Natal sebagai waktu untuk memperkuat cinta kasih dan persatuan.

“Cinta kasih adalah fondasi perdamaian dan kerukunan, yang menjadi syarat utama pembangunan bangsa,” tutup Nasaruddin.
Dengan gagasan ini, diharapkan generasi mendatang dapat hidup dalam harmoni dan menciptakan masyarakat yang lebih toleran serta saling menghargai, demi Indonesia yang lebih rukun. (red-win)










