“Pak Prabowo dan para pimpinan nasional ingin memastikan bahwa rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah layak huni dapat menikmati tempat tinggal yang memadai. Saat ini, terdapat sekitar 37 hingga 44 juta keluarga yang masih membutuhkan rumah layak,” ujar Hashim dalam acara Natal Nasional Partai Gerindra di Bekasi, Sabtu (18/1).
Dukungan Negara Sahabat
Hashim optimistis program ini dapat terlaksana dengan bantuan sejumlah negara sahabat, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab.
“Kita sudah mendapatkan dukungan dari negara-negara sahabat, termasuk Uni Emirat Arab dan Qatar. Dengan bantuan mereka, saya yakin program ini dapat dijalankan dan diselesaikan dengan sukses,” katanya.
Keterlibatan Hashim
Hashim menegaskan bahwa dirinya turut andil dalam merancang program ini. Ia merasa bangga bisa berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni.
“Ini adalah program yang saya ikut menyusun dan melaksanakan. Saya merasa bangga bisa membantu memperbaiki nasib ratusan ribu keluarga yang selama ini tinggal di bawah standar layak,” ucapnya.
Harapan 30 Juta Rumah Selesai dalam 10 Tahun
Hashim menceritakan pengalamannya saat diajak Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait, ke salah satu rumah susun di Rawa Buaya, di mana ia melihat langsung keluarga yang sebelumnya tinggal di bawah jembatan kini memiliki rumah yang layak.
“Program ini memberikan kebahagiaan bagi ratusan ribu orang, dan kami berharap bisa memperluas manfaatnya. Target kami adalah menyelesaikan pembangunan 30 juta unit rumah layak huni untuk rakyat Indonesia sebelum Prabowo pensiun sebagai presiden, insyaallah dalam 10 tahun mendatang,” tandas Hashim.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Hashim percaya program ini akan menjadi tonggak sejarah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (red-win)