MTU News
Beranda Budaya Perdana Digelar, HSF Horja Bius Mangase Taon Angkat Nilai Budaya Samosir

Perdana Digelar, HSF Horja Bius Mangase Taon Angkat Nilai Budaya Samosir

Foto: Wabup Samosir Ariston Tua Sidauruk membuka Horja Bius Mangase Taon di Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026), sebagai bagian dari HSF.

SAMOSIR || MTUNews.com – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar event budaya Horja Bius Mangase Taon di kawasan Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perdana Horas Samosir Fiesta (HSF) 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang ditandai dengan pemukulan gondang sebagai simbol dimulainya rangkaian prosesi adat. Turut hadir Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, para asisten, pimpinan OPD, Camat Ronggurnihuta, serta tokoh adat dan perwakilan lembaga budaya.

Horja Bius Mangase Taon merupakan tradisi leluhur masyarakat Batak yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal. Ritual ini secara historis dilakukan sebagai upaya menolak bala, mengusir penyakit, serta memohon keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Event yang digelar selama dua hari, 10–11 April 2026, ini menampilkan beragam rangkaian kegiatan adat, seperti Tomu-tomu di Toguan Paborhat Boni, Paborhat Pangase, Martulaktulak, Manggalangi Pargoci/Panuturi, Mamona Gondang, Martabat Tabar, hingga talk show bertema “Filosofi Ulos”. Salah satu prosesi sakral yang menjadi daya tarik utama adalah mangalahat horbo.

Selain ritual adat, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya oleh pelajar se-Kecamatan Ronggurnihuta sebagai bentuk pelibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa budaya merupakan warisan yang tidak ternilai dan harus dijaga secara bersama-sama. Ia mengapresiasi peran aktif kelompok seni dan tokoh adat dalam menjaga keberlangsungan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM lokal.

Ia juga mendorong penguatan kelembagaan adat serta pembangunan sarana pendukung, seperti gedung teater, guna menunjang pertunjukan seni dan kegiatan budaya di Samosir. Selain itu, Ariston berharap lembaga adat dapat menjadi kekuatan utama dalam menyatukan masyarakat dan membangun desa adat yang kokoh, sebagaimana yang berkembang di daerah wisata lainnya.

Melalui event ini, pemerintah berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai identitas daerah, sekaligus mendorong Samosir menjadi destinasi wisata budaya yang semakin dikenal di tingkat nasional. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan