Prodi Tak Relevan Siap Ditutup Pemerintah
JAKARTA || MTUNews.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berencana mengevaluasi hingga menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak lagi selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan masa depan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan relevansi lulusan pendidikan tinggi dengan perkembangan ekonomi dan demografi Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan dan penyaringan prodi berdasarkan kebutuhan riil ke depan. Prodi yang dianggap tidak relevan atau mengalami kelebihan pasokan lulusan berpotensi dihentikan dalam waktu dekat.
Menurut Badri, penentuan prodi prioritas akan mengacu pada berbagai kajian, termasuk program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). Saat ini, komposisi prodi di Indonesia masih didominasi bidang ilmu sosial yang mencapai sekitar 60 persen, dengan jumlah terbesar berasal dari jurusan kependidikan atau keguruan.

Ia menyoroti ketimpangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan tenaga kerja. Setiap tahun, sekitar 490.000 lulusan dihasilkan dari bidang kependidikan, sementara kebutuhan tenaga pengajar, khususnya di tingkat taman kanak-kanak, hanya sekitar 20.000 orang. Kondisi ini menyebabkan ratusan ribu lulusan berpotensi tidak terserap di dunia kerja.
Badri menegaskan bahwa optimalisasi bonus demografi hanya dapat tercapai jika sistem pendidikan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan. Ia juga mengkritik kecenderungan perguruan tinggi yang membuka prodi berdasarkan tren pasar semata, sehingga memicu kelebihan pasokan di bidang tertentu.
Selain itu, ia mengungkapkan potensi kelebihan jumlah tenaga profesional di sektor lain, seperti dokter, yang diperkirakan bisa terjadi pada 2028 jika tidak diimbangi dengan distribusi yang merata.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lebih adaptif, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan Indonesia. (red-sjs)










