Ia menjelaskan, para korban yang masih terjepit berada dalam kondisi terperangkap di dalam rangkaian yang mengalami kerusakan berat, sehingga membutuhkan penanganan khusus melalui evakuasi mekanik menggunakan alat berat serta pemotongan bagian gerbong untuk membuka akses penyelamatan.
Untuk mempercepat proses tersebut, KAI telah melakukan pemotongan sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek serta menarik sejumlah gerbong ke arah Bekasi, guna memudahkan tim penyelamat menjangkau korban yang berada di titik terdampak paling parah.
Selama proses evakuasi berlangsung, tim gabungan di lapangan juga memberikan bantuan oksigen dan pertolongan darurat kepada korban yang masih terjebak, sembari terus berupaya membuka ruang evakuasi dengan mempercepat pemotongan mekanik pada struktur gerbong yang ringsek.
Bobby mengungkapkan, hingga pukul 01.00 WIB tercatat empat orang meninggal dunia, seluruhnya merupakan penumpang KRL yang berada di titik benturan, sementara sebanyak 71 korban lainnya mengalami luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Terkait penyebab awal kejadian, KAI menduga insiden bermula dari gangguan di perlintasan sebidang yang melibatkan kendaraan, namun untuk memastikan penyebab pasti, proses investigasi diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna memperoleh hasil objektif sebagai bahan evaluasi ke depan. (red-win)