Tim gabungan Opsnal Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai bergerak cepat menelusuri jejak pelaku dari rekaman CCTV dan keterangan saksi. Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan anak korban berinisial A untuk dimintai keterangan. Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, menyebut A sempat datang ke rumah menggunakan sepeda motor, masuk sebentar, lalu keluar kembali. Polisi menduga A sempat dibujuk oleh pelaku lain agar tidak kembali masuk, sementara dari pengakuan awal, A mengaku tidak mengetahui ibunya telah tewas, meski pemeriksaan intensif masih terus berlangsung.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap fakta mengejutkan, salah satu pelaku perempuan berinisial AF diketahui merupakan mantan menantu korban. Polisi menduga aksi keji ini dilakukan oleh empat orang, terdiri dari dua pria dan dua perempuan, yang datang menggunakan mobil Avanza hitam setelah sebelumnya mengamati situasi dengan mondar-mandir di depan rumah korban.
Di dalam rumah, korban dihantam menggunakan potongan kayu oleh pelaku pria secara berulang hingga tewas, bahkan ketika korban sudah tidak berdaya. Aksi sadis tersebut kemudian berlanjut dengan perampokan sejumlah barang berharga, di antaranya cincin kawin sekitar 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas sekitar 10 gram, uang tunai sekitar 400 dolar Singapura, ponsel Samsung A55 5G, music box, dan speaker.
Polisi kini masih memburu para pelaku, terutama AF, dengan menelusuri jaringan keluarga dan kerabatnya. Tim penyidik telah memeriksa abang kandung dan teman dekat pelaku, namun keduanya mengaku tidak mengetahui keberadaan AF. Hingga kini, aparat terus mendalami motif di balik pembunuhan sadis tersebut, dengan fokus pada penguatan bukti dari rekaman CCTV, keterangan saksi, dan barang bukti lainnya, serta memastikan seluruh pelaku segera tertangkap. (red-tim)