Punya Darah Tinggi? Hindari 4 Minuman Ini
Daftar isi:
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu lebih selektif dalam memilih minuman. Pasalnya, beberapa jenis minuman dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi meningkatkan risiko komplikasi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Menjaga tekanan darah tetap terkontrol merupakan bagian penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, menerapkan pola makan sehat juga perlu diimbangi dengan membatasi makanan dan minuman yang dapat memperburuk kondisi tekanan darah.

Berikut empat jenis minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita hipertensi:
1. Minuman Manis
Minuman bersoda, minuman kemasan, teh atau kopi dengan tambahan banyak gula, serta minuman berpemanis lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan gula tambahan yang tinggi dapat meningkatkan asupan kalori dan dalam jangka panjang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta penyakit jantung dan stroke.
Karena itu, penderita hipertensi sebaiknya memilih air putih atau minuman tanpa tambahan gula sebagai pilihan utama.

American Heart Association (AHA) juga menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi gula tambahan dalam makanan dan minuman sehari-hari.
2. Minuman Berkafein
Kafein juga perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi. Konsumsi kafein dalam jumlah tertentu, terutama dalam jangka pendek, dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah pada sebagian orang.
Kafein dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan pelepasan hormon tertentu yang membuat tekanan darah naik sementara.
Bagi penderita hipertensi, respons terhadap kafein dapat berbeda-beda. Karena itu, konsumsi kopi, minuman energi, teh berkafein, dan minuman berkafein lainnya sebaiknya dibatasi.

Food and Drug Administration (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi oleh kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, penderita hipertensi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai batas konsumsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
3. Alkohol
Minuman beralkohol juga perlu dihindari atau dibatasi karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko hipertensi serta berbagai penyakit kardiovaskular.
American Heart Association menyarankan orang yang tidak minum alkohol untuk tidak mulai mengonsumsinya. Bagi mereka yang memilih untuk minum, jumlahnya perlu dibatasi dan sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama jika memiliki hipertensi atau sedang mengonsumsi obat tekanan darah.

4. Jus Grapefruit
Jus grapefruit atau jeruk bali merah juga perlu mendapat perhatian, terutama bagi penderita hipertensi yang sedang menjalani pengobatan.
Pasalnya, grapefruit dapat berinteraksi dengan sejumlah jenis obat. Senyawa tertentu dalam grapefruit dapat menghambat kerja enzim CYP3A4 yang berperan dalam metabolisme berbagai obat di dalam tubuh.
Akibatnya, kadar obat tertentu dalam darah dapat meningkat atau berubah sehingga berpotensi menimbulkan efek samping.
Karena itu, penderita hipertensi yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah sebaiknya memastikan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker apakah obat yang digunakan aman dikonsumsi bersama grapefruit atau jusnya.

Pilihan Minuman yang Lebih Aman
Untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol, air putih dapat menjadi pilihan utama. Minuman tanpa gula tambahan juga dapat menjadi alternatif, selama sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Yang terpenting, penderita hipertensi tidak hanya perlu memperhatikan jenis minuman, tetapi juga keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kualitas tidur, serta kepatuhan mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter. (red-tim)














