MTU News
Beranda Daerah Banjir Kepung Tarutung Sekitarnya

Banjir Kepung Tarutung Sekitarnya

Banjir di desa Sakkaran Tarutung (Foto:Ist)

Tarutung-Hujan lebat yang mengguyur kota Tarutung dan sekitarnya dalam  beberapa minggu terakhir telah menyebabkan banjir di berbagai titik.Jika selama ini lokasi yang menjadi langganan banjir bila hujan lebat turun adalah sekitar jalan DI Panjaitan (dekat POM Bensin), Pardangguran, Simpang Salib Kasih  dan jalan raya sekitar pemandian air panas Sipoholon, sekarang banjir makin meluas ke berbagai tempat.

Sihol Sibarani, seorangwarga yang tinggal di sekitar jalan DI. Panjaitan membenarkan hal tersebut . Menurutnya semakin hari banjir di Tarutung semakin parah dan meluas .

“Sekarang jika hujan sedikit lebat dan agak lama, banjir akan terjadi di berbagai tempat. Bahkan di Sakkaran dan Simarangkir terjadi banjir cukup besar hari Jumat (8/12).Air meluap hingga menutupi jalan raya,” ujarnya ketika dihubungi Senin (11/12).

Dia menambahkan , hari itu Jumat (8/12)  banjir melanda sekitar Pardangguran, jalan DI. Panjaitan, sekitar Pasar (dekat kantor BPN), Sipoholom dan berbagai tempat lainnya .

Keadaan ini membuat warga Tarutung cemas apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan yang intens dan curah hujannya cukup besar.

Warga lainnya, Erwin Pardede warga yang berdomisili sekitar Pasar (Pajak) Tarutung mengatakan kondisi banjir sekarang membuat sebagian besar warga khawatir dan sangat mengharapkan keseriusan aparat pemerintah terkait untuk mengatasinya.

Banjir di pasar Tarutung (Foto :Ist)

“Sekarang sudah masuk perayaan hari Natal dan Tahun Baru, masyarakat banyak pergi beribadah  ke gereja. Jika hujan besar turun kami jadi waswas, takut banjir terjadi dan masuk menggenangi rumah,” ujarnya.

Mundur ke belakang, sekitar tahun 2020 dan 2021 anggota DPRD Prov. Sumut Tangkas Manimpan Lumban Tobing pernah mempertemukan  pihak-pihak berkompeten yang diharapkan bisa bertindak mengatasi permasalahan banjir ini. Mereka adalah Kadis PUPR,Kepaka Bappeda,Kadis Perkim dan Cipta Karya, Pemkab dan UPT Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprovsu.

Pada waktu itu mereka termasuk Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan bahwa banjir akan bisa diatasi pada akhir 2021.

Dan faktanya, banjir bukan berkurang bahkan makin meluas menerjang berbagai wilayah.

Berbagai kalangan menyebut berbagai hal penyebab makin masifnya banjir menerjang kota berhawa sejuk ini. Ada yang mengatakan bahwa buruknya sistem drainase (saluran air) menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Pengawasan dan pemeliharaan saluran air/parit memang tidak pernah menjadi prioritas kerja para pemangku kepentingan di kota ini.

Tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa penebangan pohon di hutan termasuk di perbukitan menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Tidak ada lagi penahan air, penyimpan air sehingga langsung  mengalir ke wilayah lebih rendah dalam jumlah besar, yang menyebabkan banjir.

Ada juga yang berpendapat bahwa sebagian masyarakat dinilai  berperan dalam terjadinya banjir ini. Membuang sampah sembarangan yang membuat tersumbatnya saluran air, penambahan sempadan rumah ilegal yang memperkecil parit/saluran pembuangan air dan kurangnya perhatian untuk ikut menjaga dan membersihkan saluran air sehingga sering mampet.

Semua hal diatas diduga punya andil yang menyebabkan makin meluasnya banjir di Tarutung.

Pejabat baik bupati, seluruh elemen pejabat terkait serta wakil rakyat dan masyarakat luas diharapkan bersama-sama bertindak serius, nyata dan terukur mengatasi banjir ini.

Penebangan hutan harus diminimalisir, perbaikan dan perawatan sungai yang ada (Aek Ristop,Sigeaon dan Situmandi) harus dilakukan secara berkesinambungan, perbaikan saluran drainase, parit,selokan, harus dilakukan secara teratur. Warga masyarakat harus diedukasi secara baik tentang perlunya menjaga kebersihan dan merawat saluran pembuangan air.

Beberapa warga Tarutung yang tinggal di Jakarta sekitarnya  mengharapkan pemimpin di kabupaten Tapanuli Utara ini serta pejabat-pejabat terkaitnya memberikan perhatian penuh dan memberikan solusi konkrit untuk mengatasi permasalahan banjir yang makin sering menghantui warga Tarutung.

“Tarutung adalah ibukota Tapanuli Utara. Tiap tahun selalu diobok-obok banjir tanpa ada penanganan yang serius dan nyata,” ujar Leonardo P (59) yang tinggal di Sunter Jakarta Utara, Senin (11/12)

“Jangan sampai menjadi bencana besar seperti daerah tetangga kita di Humbahas, penguasa Tapanuli Utara cepatlah bertindak mencegahnya,” ungkap Sondang Simamora di Jati Asih dari Bekasi.

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan