Usai Kirin 9006S, Huawei Siap Rilis SoC 5nm Anyar
Jakarta – Meski China masih dalam sanksi atas pembatasan pengiriman dan dan penggunaan teknologi AS, perusahaan teknologi negeri tersebut, Huawei sempat membuat kehebohan dengan meluncurkan Huawei Mate 60 Series beberapa waktu lalu menggunakan System on Chip / SoC baru buatan mereka yaitu Kirin 9000s. Tapi ternyata tidak berhenti di situ, baru-baru ini Huawei kembali meluncurkan SoC teranyar yaitu Kirin 9006C, yang dihadirkan untuk sebuah perangkat laptop.
Kirin 9006C dibangun dengan pabrikasi 5 nanometer (nm) dan pengembangan produk ini terjadi cukup cepat setelah beberapa bulan lalu Huawei mengenalkan Kirin 9000S yang dibangun dengan fabrikasi 7 nm dan digunakan di seri ponsel Mate 60.
Ukuran fabrikasi “nanometer” untuk sebuah chip mewakili jarak antara transistor pada chip. Semakin kecil jaraknya, semakin baik kinerja dan efisiensinya. Jadi dapat dikatakan pembekalan chipset dan apabila tertera kualitas nanometer “nm” pada smartphone anda itu akan berpengaruh pada kualitas smartphone.

Huawei nampaknya semakin percaya diri menghadapi sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat sejak meluncurkan Kirin 9000S, seperti dikutip dari Gizmochina, Minggu (10/12).
Kirin 9000S yang diproduksi oleh SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) itu hadir pada produk Huawei Mate 60 bahkan memecahkan rekor penjualan di negara asalnya China.
Sementara produk laptop yang disematkan Kirin 9000C adalah Huawei Qingyun L540, yang memang hanya dirilis di pasar China. Ini merupakan penerus seri L410 sebelumnya yang berbasis prosesor Kirin 990. Laptop ini adalah laptop kelas esensial, dan ditujukan untuk para pengguna di China.
Untuk spesifikasinya, SoC ini memiliki empat inti Cortex-A77 dan empat inti Cortex-A55. Salah satu inti Cortex-A77 bekerja hingga 3.13 GHz, dan sisanya yaitu berjalan hingga 2.54 GHz. Cukup kencang untuk standar SoC sekarang ini.

Kirin 9000S sendiri meski belum cukup menandingi chipset terbaru dari Qualcomm atau MediaTek, namun, banyak pelaku industri yang menilai desain SoC tersebut tetap terbilang canggih daripada yang diharapkan dari produk-produk SMIC untuk perangkat kerasnya saat ini.
Kirin 9000S menandai awal Huawei menciptakan chip untuk menentang sanksi. Mereka mendorong batasan dari sanksi tersebut dengan lebih jauh lagi lewat perilisan SoC Kirin 9006C.
Meskipun spesifikasinya mungkin tidak tampak inovatif, sorotan sebenarnya adalah teknologi node proses 5nm, yang merupakan tonggak sejarah yang dicapai oleh Huawei meskipun ada sanksi dari AS.
Saat ini, Kirin 9006C hanya dapat ditemukan di laptop Qingyun L540 milik Huawei. Rumor menyebutkan bahwa Huawei akan memasukkan chip Kirin 5nm baru yang kuat ini ke dalam seri ponsel pintar P70 mendatang, yang diperkirakan akan diumumkan awal tahun depan. (jagatreview/GHP)












