Rupiah Melemah Dihajar Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed
Jakarta – Di minggu pertama tahun 2024 rupiah terus merosot dihajar sentimen negatif pasar yang penuh dengan ketidakpastian. Sempat perkasa di penutupan tahun 2023 dengan Rp14.418, mata uang RI itu perlahan tergerus terhadap dollar AS saat perdagangan dibuka pada awal tahun baru.
Menurut para analis pasar, yang menjadi isu utama penurunan tersebut adalah melemahnya perekonomian AS sehingga para pedagang meredam spekulasi penurunan suku bunga The Fed pada Maret 2024.
Data terbaru yang menunjukkan melemahnya perekonomian AS terus mendukung spekulasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini seiring dengan terkendalinya inflasi. Namun, meningkatnya ekspektasi terhadap skenario soft-landing di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini telah membuat para pedagang terpecah mengenai kecepatan dan skala pelonggaran dari bank sentral AS.
Spekulasi mengenai penurunan suku bunga The Fed mempengaruhi pula data inflasi di dalam negeri, dimana tingkat inflasi 2023 yang rendah menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan
Sejumlah data ekonomi AS mendorong dolar yang kemudian menekan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,06% atau 9,5 poin ke level Rp15.490 di hadapan dolar AS. Sementara itu indeks dolar terpantau melemah 0,14% ke level 102,049. Sejumlah mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,22%, dolar Taiwan melemah 0,09%, won korea turun 0,39%, yuan China turun 0,04%, ringgit Malaysia turun 0,07% dan bath Thailand menipis 0,01%. Sementara itu, mata uang yang menguat adalah peso Filipina 0,16%, rupee India 0,06% dan dolar Singapura melemah 0,05%.
Selain itu respons pasar yang negatif terhadap hasil risalah FOMC juga terlihat dengan melemahnya bursa saham global dan pergerakan mata uang mayoritas global yang melemah sejalan dengan indeks dolar AS yang kembali ke level 103 setelah ditutup di level 101 pada akhir 2023.
“Hasil FOMC minutes Desember 2023 menunjukkan bahwa belum ada indikasi waktu yang pasti terkait penurunan suku bunga yang akan terjadi ke depan,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (05/01)
Pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah tergelincir 25 poin atau 0,16 persen menjadi Rp15.516 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.491 per dolar AS.
Sementara Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.518 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp15.525 per dolar AS. (*/tje)









