ISIS Klaim Bertanggungjawab atas Serangan di Kerman
Dubai – Setidaknya dua ledakan dahsyat terjadi di kota Kerman pada Rabu, di dekat makam mantan panglima Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Qassem Soleimani.
Ledakan itu terjadi ketika ribuan orang tengah berziarah untuk memperingati empat tahun wafatnya Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat nirawak AS di Baghdad pada 2020 silam.
Pihak berwenang sebelumnya menyebutkan 103 orang tewas, tapi setelah dilakukan penyelidikan oleh para ahli forensik, jumlah korban tewas direvisi menjadi 84 orang. Selain itu, terdapat 284 orang yang terluka.

Kelompok teror Daesh/ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pengakuan ISIS itu disampaikan dalam pernyataan Kamis (04/01) yang diposting di saluran Telegram afiliasinya. Kelompok itu mengatakan dua anggota ISIS meledakkan sabuk peledak di kerumunan di Kota Kerman, Iran tenggara pada Rabu.
Di Washington, Juru Bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan Amerika Serikat tidak dapat meragukan klaim ISIS tersebut. Teheran telah bersumpah akan membalas dendam atas serangan ini.
Ledakan kembar tersebut melukai 284 orang, termasuk anak-anak. Pihak berwenang Iran telah menyerukan aksi massa pada Jumat, ketika menggelar pemakaman para korban ledakan tersebut.

“Pembalasan yang sangat kuat akan dilakukan kepada mereka melalui tangan tentara Soleimani,” kata Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber kepada wartawan di Kerman, dikutip dari Reuters, Jumat (05/01).
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sebuah pernyataan juga mengutuk keras serangan tersebut. Pihaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Iran. Anggota DK PBB juga menuntut pertanggungjawaban para pelaku dan menegaskan kembali bahwa segala tindakan terorisme adalah aksi kriminal yang tidak dapat dibenarkan. (*/tje)











