Bincang-bicang ke 2: Bersama Ariston Sidauruk Tentang UMKM
MEDAN || MTUNews.com – Bincang-bincang dengan Bapak Ariston Sidauruk, SE, MM tentang UMKM yang memfokuskan perhatian pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan potensi budaya dan ekowisata lokal. Konsep UMKM yang ingin diterapkan meliputi pengembangan penginapan dan homestay berbasis budaya Batak, pusat souvenir kerajinan tangan, serta wisata kuliner yang menonjolkan makanan khas daerah.
Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, juga digalakkan agro-tourism yang menawarkan pengalaman langsung dalam pertanian dan budidaya ikan endemik Danau Toba. Selain itu, peluang untuk UMKM di sektor kriya seperti pembuatan ulos dan ukiran kayu dioptimalkan untuk memperkenalkan kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas.
Dengan menekankan pada praktik berkelanjutan dan keterlibatan komunitas, Ariston mengatakan untuk memberikan pelatihan dan dukungan teknis kepada pelaku UMKM. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, melestarikan budaya lokal, dan memperkuat daya tarik pariwisata di wilayah Samosir.

Samosir yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budaya, berikut adalah beberapa konsep UMKM yang bisa cocok dan bermanfaat menurut Anggidoli Parhundul Ariston Sidauruk, SE, MM. :
Konsep UMKM yang Cocok di Kabupaten Samosir
- Pariwisata dan Ekowisata
- Penginapan dan Homestay: Mengembangkan akomodasi yang berbasis budaya lokal, seperti homestay di sekitar Danau Toba.
- Wisata Kuliner: Menawarkan makanan khas Samosir dan Batak, seperti arsik dan saksang, dalam bentuk restoran atau warung.
- Pusat Souvenir dan Kerajinan: Menjual kerajinan tangan lokal, seperti ulos, ukiran kayu, dan produk tenun Batak.
- Pertanian dan Perikanan
- Agro-tourism: Menyediakan pengalaman pertanian langsung, seperti petik buah atau panen sayur, dan menjual hasil pertanian lokal.
- Budidaya Ikan Danau Toba: Memanfaatkan sumber daya perikanan untuk budidaya ikan endemik Danau Toba, seperti ikan nila atau ikan mas.
- Kriya dan Kerajinan
- Pembuatan Ulos dan Tenun: Mengembangkan usaha tenun ulos, serta pelatihan keterampilan tenun bagi masyarakat lokal.
- Ukiran Kayu dan Batu: Memproduksi dan menjual ukiran kayu atau batu yang mencerminkan seni dan budaya Batak.
- Energi Terbarukan
- Pengolahan Biomassa: Mengelola limbah pertanian atau biomassa untuk diubah menjadi energi terbarukan, seperti biogas.
- Panel Surya untuk Energi Lokal: Memanfaatkan energi matahari untuk penerangan dan kebutuhan listrik di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik.
- Teknologi dan Digital
- Platform Pemasaran Digital: Membantu UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka secara online melalui platform e-commerce dan media sosial.
- Aplikasi Pariwisata: Mengembangkan aplikasi mobile yang menyediakan informasi tentang destinasi wisata, acara budaya, dan layanan lokal di Samosir.
Garis-Garis Utama UMKM di Samosir
- Kearifan Lokal: Memanfaatkan dan melestarikan budaya serta tradisi lokal untuk menciptakan produk yang unik dan menarik bagi wisatawan dan pasar lokal.
- Keterlibatan Komunitas: Mendorong partisipasi aktif dari masyarakat lokal dalam berbagai aspek usaha, dari produksi hingga pemasaran, untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
- Sustainable Practices: Mengutamakan praktik usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti penggunaan bahan baku lokal, pengelolaan limbah, dan pelestarian lingkungan alam.
- Peningkatan Kapasitas: Menyediakan pelatihan dan dukungan teknis kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan keterampilan, manajemen usaha, dan kualitas produk.
- Kolaborasi dan Kemitraan: Membangun kemitraan antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk memfasilitasi akses ke sumber daya, pasar, dan inovasi.
Dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengadopsi prinsip-prinsip ini, UMKM di Kabupaten Samosir dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat setempat. (Win)









