MTU News
Beranda Daerah Aparat Satpol PP Taput Diduga Pekerjakan TS Satika-Sarlandy Saat Dinas

Aparat Satpol PP Taput Diduga Pekerjakan TS Satika-Sarlandy Saat Dinas

Rudi Sitorus Kasatpol PP Tapanuli Utara didampingi isteri Netta Lumbanraja diwawancara dikediaman pada Jumat, 27 September 2024. (Foto : MTUNews/Jumpa Manullang)

TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Kasus dugaan tindak pidana pemilu yang ditemukan oleh Bawaslu Tapanuli Utara semakin menarik perhatian. Di kediaman Kepala Satpol PP Taput, Rudi Sitorus, ditemukan tumpukan paket sembako berupa gula, minyak goreng, dan susu yang diduga akan digunakan sebagai bagian dari “serangan fajar” pada Pilkada Taput 2024.

Penelusuran ini semakin kuat setelah ditemukan bahwa istri Rudi Sitorus, Netta Lumbanraja, tercatat sebagai salah satu Tim Pemenangan (TS) pasangan calon Satika Simamora-Sarlandy Hutabarat. Nama Netta Lumbanraja tertuang dalam SK Nomor 009/SK-KAB/TIM-SATIKA-SARLANDY/TRT/VIII/2024 yang menetapkan struktur tim pemenangan untuk pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2025-2030. Dalam SK tersebut, Netta di bidang relawan, sementara Wakil Ketua V, Notames Nababan, merupakan saudara kandung mantan Bupati Nikson Nababan.

Saat diwawancarai, Rudi Sitorus mengakui bahwa beberapa personel Satpol PP membantu bisnis milik istrinya di luar tugas dinas. Menurutnya, tindakan itu dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan dianggap sah selama dilakukan di luar jam dinas. Hal ini diakui oleh salah satu stafnya, Gomgom Tampubolon, yang mengatakan bahwa mereka bekerja berdasarkan perintah atasan untuk mengepak sembako.

Sebelumnya, sebuah truk Colt Diesel dengan nomor polisi BB 8667 EC ditemukan membawa paket sembako yang diduga akan digunakan sebagai bentuk “serangan fajar” menjelang Pilkada. Selain itu, ribuan paket serupa ditemukan di salah satu ruangan rumah Rudi Sitorus. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Sipoholon, yang menyelidiki laporan warga terkait dugaan pelanggaran pemilu.

Ketua Panwascam Sipoholon, Robet Sihombing, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menunggu pemilik rumah untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti laporan warga yang mencurigai adanya pelanggaran dalam penyimpanan dan distribusi sembako ini.

Namun, Rudi Sitorus membantah tudingan bahwa sembako tersebut akan digunakan untuk serangan fajar. Menurutnya, paket-paket itu adalah bagian dari bisnis keluarga. Pernyataan ini menimbulkan kecurigaan warga sekitar, yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengetahui keluarga Rudi terlibat dalam bisnis apapun sebelum mendekati masa pemilihan.

Sumber terpercaya juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sejak Selasa, dengan target 1000 paket per hari. Sekitar 30 orang, termasuk pria dan wanita, dilaporkan terlibat dalam proses pengepakan sembako di rumah Rudi, di mana Gomgom Tampubolon bertindak sebagai koordinator lapangan. (Jufri Panjaitan)

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

  1. Alasan tak bisa diterima, dalam waktu dinas atau di luar dinas ASN dan keluarga dilarang terlibat langsung sebagai timses pasangan calon yang berkontestasi. Semoga Pejabat Bupati Taput berani bertindak tegas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan