MTU News
Beranda Kesehatan 50 Tahun Lalu, Para Ilmuwan Mengira Kopi dapat Mengobati Hiperaktif

50 Tahun Lalu, Para Ilmuwan Mengira Kopi dapat Mengobati Hiperaktif

Ilustrasi (Ist)

MTUNews – Kopi sudah lama terkenal akan khasiatnya dalam melawan rasa kantuk sekaligus penambah energi. Namun, apakah manfaat kopi terbatas pada dua hal tersebut? Tidak. Manfaat kopi untuk kesehatan sebenarnya bisa diperoleh secara optimal apabila kita mengonsumsinya sesuai takaran.

Dari hasil penelitian, beberapa manfaat kopi yang kita rasakan adalah untuk menjaga kesehatan otak, menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2, menjaga kesehatan liver, mengurangi resiko penyakit parkinson, menjaga kesehatan jantung, menjaga berat badan ideal serta mengurangi resiko kanker.

Tapi tahukah Anda bahwa pada tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa kopi tampaknya bisa membuat beberapa anak kurang hiperaktif. Namun beberapa dekade kemudian, penelitian lanjutan tentang apakah kafein dapat mengobati gejala anak-anak dengan masalah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD ) telah menghasilkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, Kondisi ini dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.

Anak-anak [hiperaktif] terkadang diberi amfetamin, yakni zat atau sejenis obat sintetis yang dapat merangsang (stimulan) susunan saraf untuk menenangkan mereka.

Pada bulan Juli 1973, seorang peneliti mengambil sampel 11 anak sebagai sumber penelitian dari pengobatan tersebut dan memberi mereka satu cangkir kopi saat sarapan dan makan siang. Kemudian guru dan orang tua menilai apakah anak-anak menjadi kurang hiperaktif selama periode tiga minggu mereka mendapatkan kopi, bukan amfetamin.

Gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas pada masa kini mempengaruhi sekitar 6 juta anak di AS. Sebagian besar profesional medis untuk saat ini merekomendasikan agar mengelola gejala tersebut dengan terapi bicara dan obat stimulan.

Bagi penderita ADHD, stimulan meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin di otak untuk meningkatkan kontrol impuls, fokus, dan memori kerja (penelitian Maret 2017).

Memang kafein juga dapat meningkatkan dopamin, tetapi bukti bahwa kopi atau makanan berkafein lainnya mampu meredakan gejala ADHD terbukti jarang dan tidak konsisten.

Beberapa penelitian pada anak-anak dengan ADHD mengisyaratkan bahwa kafein bisa meningkatkan perhatian dan kontrol impuls dibandingkan dengan tanpa pengobatan, sementara penelitian lain menunjukkan sebaliknya. Dokter anak umumnya menyarankan untuk tidak memberikan kafein kepada anak-anak karena efeknya yang mempengaruhi waktu tidur mereka.

“Pengobatan untuk mengurangi ADHD terbatas dan ada tingkat tertentu terkait kontroversi seputar penggunaan beberapa jenis obat dan stimulan terutama selama masa kanak-kanak dan remaja. Karena itulah sangat bermanfaat untuk mempelajari khasiat zat lain, seperti kafein,” ujar Javier Vázquez, salah satu peneliti di Cognitive NeuroLab Group yang terlibat dalam studi ilmiah di Februari 2022 lalu.

“Kafein dapat meningkatkan jenis prosedur kognitif, meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas dalam perhatian spasial dan perhatian selektif, serta dalam memori kerja dan memori jangka pendek,” tegas Vazquez.

Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena ADHD, antara lain faktor genetik dan lingkungan. ADHD juga diduga berkaitan dengan gangguan pada pola aliran listrik otak atau gelombang otak.

Kemunculan ADHD pada anak memang tidak dapat dicegah. Namun, ibu hamil dapat mengurangi risiko terjadinya ADHD pada anak dengan menjauhi rokok, minuman beralkohol, dan NAPZA, terutama pada masa kehamilan. Selain itu, jauhkan anak dari asap rokok dan paparan zat beracun.

ADHD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi penanganan yang diberikan dapat meredakan gejala dan membantu penderita untuk menjalani hidup dengan normal. (*dari berbagai sumber/GHP)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan