MTU News
Beranda Tapanuli Sorgum Berpotensi Jadi Pangan Alternatif di Sumut

Sorgum Berpotensi Jadi Pangan Alternatif di Sumut

Presiden Jokowi melihat budidaya sorgum di Sumba Timur/ Ist

MTUNews – Beras sudah terkenal sebagai sumber makanan pokok bagi masyarakat Asia Tenggara termasuk Indonesia. Namun kini seiring dengan kondisi iklim serta dinamika perdagangan dunia, harganya perlahan mulai naik, dan telah dicari sumber pangan alternatif sebagai penggantinya. Diantara enam pangan lokal sumber karbohidrat non beras yang difokuskan yakni ubi kayu, jagung, pisang, kentang, sagu, dan sorgum. Dari segi kandungan kalori, sorgum tidak kalah tinggi dibandingkan beras.

Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara menyebutkan sorgum berpotensi menjadi pangan/makanan pokok alternatif di wilayah itu.

“Sorgum bisa dikembangkan di sini. Namun sampai sekarang memang kurang berkembang salah satunya karena masyarakat belum terbiasa,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Juwaini di Medan, Jumat (6/10).

Juwaini melanjutkan sorgum berhasil dipanen di Sumut pada tahun 2019 tepatnya di kawasan kebun sawit di Kabupaten Serdang Bedagai.

Setelah itu, sorgum terus dipanen setiap tahun di Sumut tetapi penyebarannya di masyarakat tidak masif.

“Masyarakat kurang berminat sehingga pasarnya tidak ada,” kata Juwaini.

Menurutnya, salah satu yang bisa dilakukan untuk menggalakkan konsumsi sorgum adalah dengan melakukan kampanye sorgum sebagai makanan pokok alternatif di masyarakat.

Sasarannya, Juwaini melanjutkan, idealnya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Itu agar mereka terbiasa dengan sorgum sampai dewasa.

“Bukan cuma sorgum, konsumsi pangan selain beras lainnya seperti ubi, jagung dan kacang kedelai juga harus dikampanyekan supaya mengurangi ketergantungan kita terhadap beras,” kata dia.

Muhammad Juwaini menyebutkan pemanfaatan pangan alternatif untuk menekan konsumsi beras sejalan dengan imbauan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar pemerintah daerah mengampanyekan langkah diversifikasi pangan kepada masyarakat di tengah tingginya harga beras saat ini.

Masyarakat didorong supaya tidak bergantung pada komoditas beras, tetapi juga makanan sehat lain seperti sagu, keladi ubi dan kentang.

“Apalagi makanan tersebut selama ini juga telah banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur,” ujar Mendagri.

Berdasarkan informasi Kementerian Pertanian, sorgum adalah tanaman asal Afrika yang bijinya bermanfaat sebagai bahan pangan, bahan dasar energi biodiesel dan pakan ternak.

Biji sorgum yang mirip jagung bisa diolah menjadi makanan seperti sereal, bubur, tepung, roti, kue dan sirop.

Sorgum dianggap cocok menjadi makanan pokok karena memiliki banyak kandungan nutrisi penting seperti serat, kalori bebas gluten, antioksidan, asam fenolat (untuk anti-inflamasi) dan zat lipid policosanol yang menghambat sintesis kolesterol berlebih dalam tubuh.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan