Resolusi PBB Setujui Gencatan Senjata di Gaza
New York – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (27/10) mengesahkan sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.
Resolusi tersebut menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang segera, berjangka panjang, dan berkelanjutan yang mengarah pada penghentian permusuhan.
Keputusan kolektif itu juga menuntut “penyediaan yang cepat, kontinu, memadai, dan tanpa hambatan” terkait berbagai barang dan layanan esensial bagi warga sipil di seluruh Jalur Gaza, namun termasuk tidak terbatas pada air, makanan, pasokan medis, bahan bakar, dan listrik.

Resolusi PPB ini menyerukan agar akses kemanusiaan yang segera, sepenuhnya, berkelanjutan, aman, dan tanpa hambatan ke Gaza.
Seratus dua puluh negara memberikan suara mendukung resolusi tidak mengikat yang diperkenalkan oleh Yordania, sementara hanya 14 negara yang memberikan suara menentang, termasuk Amerika Serikat, Austria, Kroasia, Ceko, Fiji, Guatemala, Hongaria, Israel, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru , Papua Baru Gineau, Paraguay dan Tonga, sedangkan 45 negara lainnya abstain.
Sebuah amandemen terhadap draf resolusi itu, yang diajukan oleh Kanada, gagal disahkan karena tidak mendapatkan dua pertiga mayoritas suara yang diperlukan.
Amandemen itu mengecam serangan 7 Oktober terhadap Israel dan penyanderaan yang dilakukan oleh Hamas, serta menyerukan pembebasan para sandera.

Dalam penjelasannya sebelum pemungutan suara, Duta Besar Pakistan untuk PBB Munir Akram mengatakan bahwa draf Yordania tidak secara eksplisit mengutuk Israel atas kekejamannya di Gaza.
Karena itu, amandemen Kanada tersebut dapat menyebabkan resolusi menjadi tidak seimbang dan tidak adil. Akram juga menunjukkan bahwa draf Yordania berisi kalimat mengenai pembebasan sandera.
Sementara itu di tengah panasnya jalur diplomasi serta voting yang dilakukan terkait masalah kemanusiaan di Gaza, militer Israel menyatakan pasukannya telah memasuki wilayah Jalur Gaza bagian utara sejak Jumat (27/10) malam. Hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan serangan terhadap kelompok Hamas.
Pasukan infanteri hingga kendaraan lapis baja, yang disertai serangan udara besar-besaran, dikerahkan militer Israel ke Jalur Gaza. (Antara/GHP)












