MTU News
Beranda Mancanegara Polisi Australia Selidiki “Insiden Siber” di Operator Pelabuhan

Polisi Australia Selidiki “Insiden Siber” di Operator Pelabuhan

Pelabuhan dan terminal peti kemas Melboourne/ Foto: DP World

Sydney – Polisi Australia pada hari Minggu (12/11) menyelidiki insiden keamanan siber yang memaksa operator pelabuhan DP World Australia untuk menghentikan operasi di pelabuhan di beberapa negara bagian mulai hari Jumat. DP World Australia adalah salah satu unit bisnisddari raksasa pelabuhan milik negara Dubai, DP World.

“Kami telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut dan kami tidak akan berkomentar lebih jauh karena ini masih penyelidikan yang sedang berlangsung,” kata juru bicara Kepolisian Federal Australia.

DP World Australia diberitakan telah menghentikan operasional mereka untuk sementara di terminal peti kemasnya di Melbourne, Sydney, Brisbane dan Fremantle di Australia Barat setelah mendeteksi pelanggaran siber tersebut pada hari Jumat. Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, DP World Australia mengatakan pihaknya sedang “menguji sistem-sistem penting yang penting untuk dimulainya kembali operasi normal dan pergerakan barang reguler”.

Perusahaan tersebut juga memeriksa bentuk “sifat akses data dan pencurian data”, kata jubir.

Dikutip dari Reuters, juru bicara perusahaan DP World Australia tidak segera menanggapi pertanyaan mengenai kapan operasi normal akan dilanjutkan. Operator pelabuhan hanya mengatakan sebelumnya pihaknya telah “bekerja sepanjang waktu” untuk memulihkan kondisi agar operasi kembali berjalan normal.

Pada Sabtu malam, Koordinator Keamanan Siber Nasional Darren Goldie, yang ditunjuk tahun ini sebagai respons terhadap beberapa pelanggaran data besar, dan mengatakan “interupsi” itu kemungkinan akan berlanjut selama beberapa hari dan akan berdampak pada pergerakan barang masuk dan keluar dari wilayah negara tersebut.

“DP World Australia telah menyarankan agar mereka membatasi akses ke operasi pelabuhan Australia di Sydney, Melbourne, Brisbane dan Fremantle sementara mereka menyelidiki insiden tersebut,” kata Goldie di platform media sosial X.

Sementara Menteri Dalam Negeri, Clare O’Neil merespon pada hari Sabtu bahwa pemerintah sedang mengoordinasikan tanggapan terhadap “insiden dunia maya” tersebut.

Menurut DP World, di kawasan Asia-Pasifik mereka mempekerjakan lebih dari 7.000 orang dan memiliki pelabuhan dan terminal di 18 lokasi. (*/tje)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan