MTU News
Beranda KPU Aliansi Pilkada Adukan Komisioner KPU 3 Kabupaten ke KPU RI dan KPU Sumut

Aliansi Pilkada Adukan Komisioner KPU 3 Kabupaten ke KPU RI dan KPU Sumut

TAPANULI UTARA | MTUNews.com – Sejumlah peserta seleksi, wartawan, LSM, dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pengamat Pilkada akan mengadukan Komisioner KPU di 3 Kabupaten, yakni Tapteng, Taput, dan Humbang.

Koordinator Aliansi, Chompey Sibarani mengatakan bahwa adanya dugaan Kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif pada Pilkada serentak 2024 di 3 Kabupaten tersebut yang dimulai dari proses seleksi Badan Adhoc. “Kita menduga adanya kepentingan kelompok tertentu yang disusupkan melalui komisioner KPU di 3 Kabupaten ini”, ujar Chompey dalam keterangannya kepada Media.

Chompey menerangkan, dugaan itu berdasarkan pengumuman penetapan hasil seleksi PPK dan PPS yang menuai kontroversi dari berbagai kalangan dan menyampaikannya kepada Aliansi untuk difasilitasi ke KPU RI dan KPU Sumut.

“Ada beberapa poin yang akan kita laporkan, yakni ketidak profesionalan Komisioner dalam melakukan proses wawancara, Indikator penilaian yang tidak jelas, dan dugaan praktik KKN”, ujar Chompey.

Aliansi telah melakukan pemetaan permasalahan dan telah mengumpulkan keberatan-keberatan para pihak terkait yang merasa dirugikan di 3 Kabupaten.

“Mungkin minggu pertama Bulan Juni 2024 akan kami layangkan surat kepada lembaga-lembaga terkait” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, seorang netizen mengungkapkan kekecewaannya. “Ini adalah proses seleksi, yang artinya mencari yang terbaik diantara yang terbaik. Kalau memang pemenang sudah ditentukan, buat apa diadakan seleksi itu kan pemanfaatan uang negara untuk kepentingan pribadi”, ujar Cekidot Tambunan di akun facebooknya.

Lihat saja proses wawancara, ada peserta yang dihujam dengan pertanyaan-pertanyaan yang jauh diluar pengetahuan dasar kepemiluan, bahkan ada yang hanya disuruh bernyanyi karena kebetulan peserta tersebut adalah titipan.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan Johannas Situmeang, peserta seleksi yang meraih peringkat pertama ujian tertulis se kabupaten Tapanuli Tengah. “Saya meraih peringkat tertinggi sekabupaten Tapanuli Tengah, Eks PPS Pemilu 2024, tapi gagal karena tidak memiliki uang pelicin”, ujarnya kepada media. (Choms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan