MTU News
Beranda Daerah BUMNag Lumpo Jadi Contoh Bumdes Maju: Menteri Desa

BUMNag Lumpo Jadi Contoh Bumdes Maju: Menteri Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto,(Antara-MTUNews)

PESISIR SELATAN || MTUNews.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, mengapresiasi BUMNag Tirta Gunung Talau di Nagari Lumpo, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berhasil memaksimalkan potensi lokal.

“Saya akan menjadikan BUMNag Tirta Gunung Talau sebagai contoh sukses untuk desa-desa lain. Kisah suksesnya akan saya bagikan dalam kunjungan ke berbagai desa di Indonesia,” ujar Yandri saat meresmikan pemakaian air bersih berskala nagari yang dikelola oleh BUMNag tersebut, Minggu (16/12/2024).

Potensi Lokal Jadi Kunci Kesuksesan

BUMNag Tirta Gunung Talau berfokus pada penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat Nagari Lumpo. Wali Nagari Lumpo, Suhardi Sikumbang, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari keluhan warga terhadap tingginya tarif air PDAM yang mencapai Rp120-180 ribu per bulan. Kini, melalui BUMNag, masyarakat hanya perlu membayar rata-rata Rp8 ribu per bulan.

“Awalnya kami bekerja sama dengan Pamsimas dan memanfaatkan dana desa untuk membeli pipa dari sumber air Gunung Talau. Dengan gotong royong warga, akhirnya pipa terpasang hingga ke permukiman,” jelas Suhardi.

BUMNag Tirta Gunung Talau kini mandiri, dengan struktur organisasi sederhana namun efektif, melibatkan tiga pengurus inti, dua teknisi, dan satu petugas penagih.

Strategi Bumdes Tematik untuk Desa-Desa Lain

Menteri Yandri mendorong desa-desa di Indonesia untuk mendirikan Bumdes tematik yang memanfaatkan potensi lokal masing-masing. “Misalnya, ada desa yang fokus pada cabai, tomat, ikan lele, atau sapi. Kalau setiap desa menghasilkan produk yang berbeda, harga produk akan lebih tinggi,” ujar Yandri.

Ia juga menyarankan agar Bumdes bekerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Yandri mencontohkan keberhasilan Bumdes Payang Sejahtera di Kutai Kartanegara yang mempekerjakan 240 karyawan, dan Bumdes Desa Ngoran di Blitar yang mengekspor kendang jimbe ke Cina.

“Jika ada Bumdes yang ingin belajar pengelolaan air, datanglah ke BUMNag Tirta Gunung Talau. Kalau ingin mengolah kulit sapi, belajar ke Bumdes Desa Ngoran. Bumdes yang maju dapat meningkatkan pendapatan desa untuk kesejahteraan, seperti beasiswa, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga penanganan stunting,” tuturnya.

Menuju Swasembada Pangan dan Desa Mandiri

Yandri menekankan pentingnya peran Bumdes dalam mencapai swasembada pangan. “Kalau semua desa memiliki Bumdes yang mengelola pangan dan berhasil, kita bisa mencapai swasembada pangan nasional, karena desa-desa sudah mandiri,” tutupnya. (win-red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan