MTU News
Beranda Bupati Bentrokan di Wamena: 6 Terluka, Truk Polisi Dibakar

Bentrokan di Wamena: 6 Terluka, Truk Polisi Dibakar

Bentrokan pecah di Kota Wamena, Kab. Jayawijaya, Papua Pegunungan, saat berlangsung acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Sabtu (15/3/2025). (Foto: Istimewa).

WAMENA || MTUNews.com – Bentrokan pecah di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (15/3/2025) sore, bertepatan dengan acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya. Insiden ini menyebabkan enam orang terluka, termasuk tiga personel kepolisian. Selain korban luka, tujuh kendaraan mengalami kerusakan akibat dibakar dan dirusak oleh massa, salah satunya adalah truk milik kepolisian.

Berdasarkan keterangan saksi mata, bentrokan bermula dari aksi provokasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga dalam pengaruh minuman keras (miras). Kelompok ini tiba-tiba memasuki lokasi acara tradisional bakar batu yang sedang berlangsung dan mulai melempari batu serta kayu ke arah panggung utama tempat pejabat dan tamu undangan berkumpul. Aksi provokatif ini memicu kemarahan dari massa yang hadir di acara tersebut, sehingga bentrokan antara kedua kelompok pun tak terhindarkan.

Aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan Brimob yang dipimpin oleh Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, segera turun tangan untuk meredakan ketegangan. Namun, situasi semakin memanas ketika kelompok provokator melakukan perlawanan terhadap petugas yang berusaha melerai pertikaian. Massa semakin beringas dan mulai merusak fasilitas di sekitar lokasi kejadian. Beberapa kendaraan dinas milik Polres Jayawijaya menjadi sasaran amukan massa. Mereka membakar sebuah truk polisi dan merusak enam kendaraan lainnya.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, aparat kepolisian terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang bertindak anarkis. Tak lama setelah itu, personel TNI diterjunkan ke lokasi guna membantu pengamanan dan mencegah bentrokan semakin meluas.

Pasca-insiden tersebut, aparat keamanan melakukan patroli intensif di sejumlah titik strategis di Kota Wamena. Penyekatan juga dilakukan di beberapa akses jalan utama guna mencegah kemungkinan adanya pergerakan massa yang hendak melakukan aksi lanjutan atau balas dendam. Hingga Minggu (16/3/2025) pagi, situasi di Wamena mulai berangsur kondusif, meskipun aparat kepolisian dan TNI masih bersiaga di beberapa titik rawan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, dalam keterangannya kepada wartawan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas peristiwa ini dan menindak tegas para pelaku yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan serta perusakan fasilitas umum dan kendaraan dinas kepolisian.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik insiden ini. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Kapolres.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat berupaya meredam situasi dengan menggelar dialog bersama guna mencegah bentrokan serupa terjadi di kemudian hari. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga perdamaian dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui jalur musyawarah dan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus melakukan pemantauan guna memastikan stabilitas dan keamanan di Kota Wamena tetap terjaga. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan