MTU News
Beranda Info Waspada Santan dan Makanan Manis, Risiko Kolesterol & Hipertensi

Waspada Santan dan Makanan Manis, Risiko Kolesterol & Hipertensi

Illustrasi

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Lebaran selalu identik dengan hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, dan beragam kue manis. Namun, konsumsi makanan bersantan dan manis yang berlebihan dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi penderita kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes. Para ahli gizi memperingatkan bahwa makanan dengan kadar lemak jenuh dan gula tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Bahaya Lemak Jenuh dalam Makanan Bersantan

Makanan bersantan, seperti gulai, rendang, dan opor, mengandung lemak jenuh yang tinggi. Menurut penelitian, 300 ml santan mengandung sekitar 51 gram lemak jenuh, melebihi batas harian yang direkomendasikan. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang berkontribusi pada pembentukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK, M.Kes (K), FINEM, dalam wawancara dengan ANTARA, mengingatkan bahwa konsumsi makanan berlemak tanpa pengawasan dapat menyebabkan kenaikan berat badan drastis serta meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan metabolisme.

Makanan Manis dan Lonjakan Gula Darah

Selain santan, makanan manis seperti nastar, kastengel, dan kue lapis mengandung gula sederhana yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, kondisi yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula harian tidak lebih dari 50 gram untuk mengurangi risiko diabetes dan obesitas.

Dr. Ida Gunawan menekankan bahwa lonjakan gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gangguan saraf dan kerusakan organ dalam jangka panjang.

Dampak pada Tekanan Darah

Makanan bersantan dan tinggi gula juga dapat berdampak buruk pada tekanan darah. Lemak jenuh dalam santan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memperbesar risiko hipertensi. Begitu juga dengan gula berlebih, yang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat perkembangan penyakit kardiovaskular.

Penderita hipertensi dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta meningkatkan asupan serat dari buah dan sayuran guna menjaga keseimbangan tekanan darah.

Gangguan Pencernaan Akibat Santan dan Makanan Manis

Makanan bersantan juga bisa memicu gangguan pencernaan, terutama bagi penderita asam lambung atau GERD. Lemak dalam santan dapat meningkatkan produksi asam lambung, menyebabkan perut kembung, mual, dan nyeri ulu hati. Sementara itu, kombinasi makanan bersantan dan manis dapat mempercepat fermentasi dalam usus, memicu produksi gas berlebihan dan diare.

Untuk menghindari gangguan pencernaan selama Lebaran, disarankan untuk mengonsumsi makanan bersantan dalam porsi kecil dan menyeimbangkannya dengan asupan air putih serta makanan berserat.

Cara Menjaga Pola Makan Sehat saat Lebaran

Agar tetap dapat menikmati hidangan Lebaran tanpa membahayakan kesehatan, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Batasi porsi makanan bersantan – Konsumsi dalam jumlah kecil dan imbangi dengan makanan berserat seperti sayur dan buah.
  2. Kurangi gula tambahan – Pilih camilan sehat seperti buah segar dibandingkan kue-kue manis.
  3. Minum air putih yang cukup – Membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dan mengurangi efek negatif lemak jenuh.
  4. Beraktivitas fisik ringan – Berjalan kaki setelah makan membantu metabolisme tubuh bekerja lebih baik.
  5. Periksa kesehatan secara rutin – Terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Dengan menjaga pola makan seimbang dan mengontrol asupan santan serta gula, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih sehat tanpa mengorbankan kenikmatan kuliner khas hari raya. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan