Ephorus HKBP Umumkan Dukungan LBP dan Maruarar
TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Melalui unggahan resmi di akun media sosial pribadinya pada Sabtu, 10 Mei 2025 sore, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., mengungkapkan bahwa dirinya menerima komunikasi langsung dari dua tokoh nasional asal Batak yang sangat dihormati, yakni Menteri Maruarar Sirait dan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Kedua tokoh tersebut menyampaikan perhatian dan dukungan nyata atas upaya pelestarian alam serta pembangunan berkelanjutan di kawasan Tano Batak.
Dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Tano Batak kian menguat. Dua tokoh nasional yang sangat dikenal sebagai putra terbaik bangsa dari tanah Batak, yakni Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Maruarar Sirait, menyampaikan dukungan langsung melalui komunikasi pribadi yang penuh makna.
Pada akhir pekan ini, dalam suasana yang penuh semangat dan harapan, Bapak Maruarar Sirait terlebih dahulu menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pelestarian alam Tano Batak. Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon, beliau menyambut positif segala upaya yang bertujuan menjaga kelestarian alam, hutan, dan kearifan lokal, termasuk penolakan terhadap tanaman yang merusak ekosistem seperti eukaliptus.

Tidak berselang lama, pada pagi harinya, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan turut menyampaikan pandangan dan arah kebijakan yang sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya dua aspek utama yang harus dikembangkan di Tano Batak untuk memastikan kemajuan daerah yang berpijak pada kearifan lokal dan kelestarian lingkungan, yakni: (1) pengembangan sektor pertanian yang berbasis tanaman muda dan tanaman keras berbuah—sebagai simbol ketahanan dan keberlanjutan pangan; dan (2) perawatan menyeluruh terhadap ekosistem Danau Toba agar tetap bersih, sehat, dan lestari.
Menurut Luhut, pengelolaan Danau Toba yang baik tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga akan membuka peluang besar terhadap sektor pariwisata berkelas dunia. “Kalau Danau Toba dirawat dengan sungguh-sungguh, turis mancanegara pasti akan berdatangan. Jika turis berdatangan, perekonomian Tano Batak akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata dari komitmennya, Bapak Luhut turut mengundang untuk berkunjung ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) di Pollung, sebuah kawasan riset dan pengembangan yang menjadi simbol dari integrasi antara kemajuan teknologi, pertanian hijau, dan pelestarian lingkungan.
Apa yang disampaikan oleh kedua tokoh ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait dengan Asta Cita—delapan cita-cita pembangunan yang menjadi fondasi pemerintahan baru. Dalam hal ini, setidaknya dua poin dari Asta Cita secara langsung selaras dengan arahan Luhut dan Maruarar:

-
Nomor 2: Mewujudkan Ekonomi Hijau, yaitu sistem ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan dan sumber daya alam.
-
Nomor 8: Menjaga Harmoni antara Lingkungan dan Budaya, yang menegaskan pentingnya pembangunan yang tidak mengabaikan keseimbangan ekologis dan nilai-nilai budaya lokal.
Kabar baik ini menjadi penyemangat baru bagi seluruh masyarakat yang sehati memperjuangkan masa depan Tano Batak yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan. Dukungan dari tokoh-tokoh sekelas LBP dan Maruarar menjadi legitimasi moral sekaligus arahan strategis untuk memastikan pembangunan Tano Batak berjalan selaras dengan kehendak rakyat, nilai budaya, dan arah pembangunan nasional. (red-MSitompul)











