MTU News
Beranda Berita Viral Top 20 Miliarder Indonesia versi Forbes 2025

Top 20 Miliarder Indonesia versi Forbes 2025

Foto: Low Tuck Kwong, salah satu pengusaha tambang kondang di Indonesia tercatat sebagai orang terkaya di Tanah Air versi Forbes Real Time Billionaires. FOTO/Forbes

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Low Tuck Kwong kembali menduduki posisi puncak dalam daftar 20 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 1 Juli 2025. Pendiri Bayan Resources yang dijuluki “raja batu bara” ini tercatat memiliki kekayaan senilai US$ 27,6 miliar atau setara Rp 446,8 triliun, mempertahankan posisinya sejak awal tahun.

Di posisi kedua, Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific dan Chandra Asri Petrochemical, mencatat lonjakan kekayaan signifikan menjadi US$ 26 miliar, naik dari US$ 24,1 miliar hanya dalam sebulan. Kenaikan ini didorong penguatan saham di sektor energi terbarukan, termasuk investasinya di Star Energy.

Sementara itu, posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Hartono bersaudara, pemilik Djarum Group dan pemegang saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA). R. Budi Hartono mencatat kekayaan US$ 22 miliar, turun sekitar US$ 1 miliar dari bulan sebelumnya. Michael Hartono, adik sekaligus mitra bisnisnya, membukukan kekayaan US$ 21,1 miliar.

Menutup posisi lima besar adalah Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, dengan total kekayaan US$ 8,5 miliar. Meski berdomisili di London, Lohia tetap tercatat sebagai warga negara Indonesia dan menjadi tokoh penting dalam industri petrokimia global.

Secara umum, daftar orang terkaya di Indonesia tahun ini masih didominasi oleh tokoh-tokoh dari sektor energi, keuangan, dan manufaktur. Sektor data center dan digital juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, terlihat dari masuknya tokoh-tokoh seperti Ottot Toto Sugiri dan Marina Budiman (DCI Indonesia) dalam jajaran 10 besar.

Berikut daftar lengkap 20 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per Juli 2025:

  1. Low Tuck Kwong (Bayan Resources) – US$ 27,6 miliar

  2. Prajogo Pangestu (Barito Pacific, Chandra Asri) – US$ 26,0 miliar

  3. R. Budi Hartono (Djarum, BCA) – US$ 22,0 miliar

  4. Michael Hartono (Djarum, BCA) – US$ 21,1 miliar

  5. Sri Prakash Lohia (Indorama) – US$ 8,5 miliar

  6. Ottot Toto Sugiri (DCI Indonesia) – US$ 6,9 miliar

  7. Agoes Projosasmito (Amman Mineral) – US$ 6,1 miliar

  8. Dato’ Sri Tahir (Mayapada Group) – US$ 5,9 miliar

  9. Marina Budiman (DCI Indonesia) – US$ 4,8 miliar

  10. Dewi Kam (Bayan Resources) – US$ 4,8 miliar

  11. Chairul Tanjung (CT Corp) – US$ 4,3 miliar

  12. Lim Hariyanto (Harita Group) – US$ 3,6 miliar

  13. Martua Sitorus (Wilmar International) – US$ 3,5 miliar

  14. Djoko Susanto (Alfamart) – US$ 3,5 miliar

  15. Sukanto Tanoto (RGE Group) – US$ 3,3 miliar

  16. Han Arming Hanafia (DCI Indonesia) – US$ 3,3 miliar

  17. Theodore Rachmat (Triputra Group) – US$ 3,3 miliar

  18. Mochtar Riady & Keluarga (Lippo Group) – US$ 2,6 miliar

  19. Alexander Ramlie (Amman Mineral) – US$ 2,1 miliar

  20. Peter Sondakh (Rajawali Corp) – US$ 2,0 miliar

Di tengah fluktuasi ekonomi global, daftar ini menunjukkan bahwa sektor energi dan teknologi informasi tetap menjadi mesin utama pertumbuhan kekayaan, sementara sektor konsumsi dan keuangan masih mempertahankan peran pentingnya dalam ekonomi nasional. (red-Jeconiah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan