Tiga Eks PDIP Pilih Jadi Petarung PSI
TANGSEL || MTUNewc.com – Tiga mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka adalah Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto—seluruhnya mantan anggota DPRD Kota Solo yang dikenal publik memiliki rekam jejak panjang di dunia politik daerah.
Ketiganya juga pernah mengikuti penjaringan bakal calon wakil wali kota Solo dari PDIP untuk Pilkada 2024. Kepastian bergabungnya mereka disampaikan Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo.
“Iya benar, kita ketambahan tiga anggota baru yang merupakan tokoh Solo. Mas Ginda, Pak Wawanto, dan Mbak Dyah, semuanya mantan anggota DPRD Solo yang sudah lama berkiprah memajukan kota ini lewat kursi wakil rakyat,” ujar Yogo di Solo, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, kehadiran tiga tokoh berpengaruh tersebut akan memperkuat posisi PSI di Kota Bengawan, terutama menjelang kontestasi politik mendatang. “Tentu ini sangat membanggakan. Kami mendapat tiga petarung yang siap memajukan PSI di Kota Solo. Pengalaman dan jaringan mereka akan memperkuat barisan kami,” tegasnya.
Proses pendaftaran dilakukan pada waktu berbeda. Ginda mendaftar sebelum Kongres PSI di Solo pada pertengahan Juli, sedangkan Dyah dan Wawanto mendaftar melalui website resmi PSI pada Jumat (8/8/2025) sore. Yogo menilai, minat ini kemungkinan dipicu suasana kongres yang menarik perhatian berbagai tokoh, relawan, hingga masyarakat umum.
“Ini bukan yang terakhir. Masih ada tokoh Solo lain yang akan menyusul, tetapi identitasnya belum bisa dipublikasikan karena menunggu kesiapan mereka,” jelasnya.
Meski sudah mendaftar, PSI masih menunggu kelengkapan administrasi, termasuk surat pengunduran diri dari partai sebelumnya. “Kami tidak ingin ke depan muncul gesekan antarpartai di Solo. Maka, kami minta kelengkapan administrasi bisa segera dikirimkan ke DPC PSI,” kata Yogo.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detail alasan ketiganya hengkang dari PDIP, namun menilai ada kesamaan visi dan semangat perubahan. “PSI ini kan partai kader muda, mungkin mereka lebih cocok ketika ngobrol soal isu-isu itu. Ada semangat yang sama untuk mendorong politik yang bersih dan progresif,” tuturnya.
Ketiganya juga berpeluang menduduki posisi di struktur kepengurusan PSI, baik di tingkat DPD maupun DPW. “Kami berencana memasukkan mereka dalam struktur ke depan, tapi tentu saja melalui mekanisme yang berlaku. Tim formatur sudah terbentuk, jadi kalau ada pembentukan atau pergantian struktur, kami siap. Tinggal menunggu petunjuk dari DPP,” pungkas Yogo. (red-malwin)










