MTU News
Beranda Headline Terkini Demo Chaos Guncang Nepal, Negara Dikuasai Tentara

Demo Chaos Guncang Nepal, Negara Dikuasai Tentara

Foto: Kerusuhan besar mengguncang Nepal, menewaskan 22 orang. Gelombang protes yang didominasi generasi muda pecah setelah pemerintah memblokir media sosial dan isu korupsi pejabat kian meresahkan publik.

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Nepal dilanda kerusuhan besar sejak Senin (8/9/2025) yang didominasi oleh generasi muda atau “Gen Z”. Aksi demonstrasi yang awalnya dipicu oleh pemblokiran media sosial berubah menjadi gelombang protes masif menentang korupsi dan gaya hidup mewah elite politik. Hingga kini, sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas di dua kota besar, menjadikannya kerusuhan terburuk dalam beberapa dekade terakhir di negeri Himalaya itu.

Massa Serbu Parlemen dan Bakar Rumah Pejabat

Di ibu kota Kathmandu, ribuan demonstran mencoba menerobos gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah pengunjuk rasa muda berhasil masuk ke kompleks parlemen dengan menjebol barikade polisi. Massa juga membakar ambulans serta melempari aparat antihuru-hara dengan batu dan botol.

Kemarahan rakyat memuncak setelah beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan anak-anak pejabat politik Nepal pamer barang-barang mewah dan liburan mahal, di tengah kemiskinan rakyat. Aksi itu memperkuat sentimen publik bahwa pemerintah sarat korupsi dan tidak berpihak pada rakyat.

Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Peluru Tajam

Aparat keamanan menanggapi aksi massa dengan gas air mata, meriam air, dan peluru karet. Namun ketika situasi semakin brutal, polisi mulai melepaskan peluru tajam. Sedikitnya 22 orang tewas, sementara ratusan lainnya luka-luka. Sejumlah gedung pemerintahan serta rumah pejabat tinggi ikut dibakar massa.

“Situasi benar-benar tak terkendali. Aparat keamanan kewalahan menghadapi gelombang demonstran yang semakin brutal,” ujar seorang pejabat keamanan setempat.

Istri Eks Perdana Menteri Masih Dirawat Intensif

Sempat beredar kabar bahwa istri mantan Perdana Menteri Krishna Prasad Bhattarai, Chitrakar, meninggal akibat luka bakar dalam kerusuhan. Namun pihak Rumah Sakit Luka Bakar Kirtipur membantahnya. Direktur rumah sakit, Kiran Nakarmi, menegaskan bahwa Chitrakar masih hidup, namun dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang intensif.

Pemicu Kerusuhan: Pemblokiran Media Sosial

Kerusuhan dipicu oleh keputusan pemerintah memblokir akses media sosial, termasuk Facebook, YouTube, dan X, pada 4 September 2025. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan-perusahaan teknologi tersebut dianggap menolak tunduk pada aturan pendaftaran dan pengawasan pemerintah. Meski pemblokiran dicabut pada Senin malam (8/9), amarah publik terlanjur meluas menjadi protes terhadap dugaan korupsi di kalangan elite politik.

PM Sharma Oli Mundur, Tentara Ambil Alih

Pada Selasa malam (9/9), Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli menyatakan mundur dari jabatannya setelah parlemen diserbu demonstran dan kediamannya ikut dibakar massa. Namun langkah itu gagal meredam amarah rakyat.

Kini, situasi keamanan berada di bawah kendali penuh militer. Tentara Nepal dikerahkan di seluruh ibu kota dan kota-kota besar untuk mengendalikan keadaan. Namun ketegangan belum mereda, dan publik menanti langkah selanjutnya dari otoritas negara yang tengah berada di ambang krisis politik terburuk sejak reformasi demokrasi. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan