MTU News
Beranda Daerah Leony Bedah Laporan Keuangan Tangsel, Netizen Heboh

Leony Bedah Laporan Keuangan Tangsel, Netizen Heboh

Foto: Leony, penyanyi cilik yang kini bertransformasi jadi pengkritik kebijakan publik

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Mantan penyanyi cilik Leony Vitria Hartanti mendadak menjadi sorotan publik usai membedah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2024 yang tebalnya mencapai 520 halaman. Kritik tersebut ia sampaikan melalui unggahan di Instagram Story, yang kemudian viral dan memicu perbincangan luas di kalangan warganet.

Awalnya, Leony hanya membagikan pengalaman pribadinya saat mengurus balik nama rumah warisan ayahnya. Ia mengaku kaget karena dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga puluhan juta rupiah. Dari situlah ia kemudian menelusuri penggunaan pajak daerah yang dibayar masyarakat Tangsel, hingga menemukan sederet pos anggaran yang menurutnya janggal dan fantastis.

1. Suvenir Rp 20,48 miliar
Leony menyoroti anggaran pengadaan suvenir yang tercatat sebesar Rp 20,48 miliar pada 2024. Angka ini naik sekitar 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 13,48 miliar. Ia menyindir peruntukan anggaran tersebut yang dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan dasar warga. “Souvenir Rp 20 M. Sampai penambah daya tahan tubuh dan pakaian pun kita belanjain mereka,” tulisnya.

2. Konsumsi rapat Rp 60 miliar
Pos konsumsi rapat juga menjadi sorotan. Menurut laporan, belanja makan dan minum rapat mencapai Rp 60 miliar. “Makanan dan minuman rapat Rp 60 M. Bayangin aja, buat rapat doang bisa segitu nilainya,” kritik Leony. Banyak warganet menilai anggaran tersebut tidak proporsional dengan manfaat langsung yang bisa dirasakan publik.

3. Perjalanan dinas Rp 117 miliar vs pemeliharaan jalan Rp 731 juta
Ketimpangan juga terlihat pada perbandingan antara perjalanan dinas dan pemeliharaan jalan. Laporan mencatat perjalanan dinas mencapai Rp 117 miliar, sedangkan pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya Rp 731 juta. Leony menyindir, “Mungkin di Tangsel enggak banyak jalan rusak, jadi segitu aja sudah cukup biayanya selama setahun.”

4. Dana bansos setara mi instan
Yang paling menyita perhatian adalah minimnya anggaran bansos. Hanya Rp 136 juta dialokasikan untuk 43.330 warga miskin Tangsel. Hasil hitung-hitungan Leony, jumlah itu hanya setara satu bungkus mi instan per orang dalam setahun. Kritik ini langsung viral karena dianggap menampar realitas keadilan sosial di Tangsel.

5. Anggaran pendidikan dan guru honorer
Leony juga mengulas sektor pendidikan. Dari total Rp 860 miliar anggaran Dinas Pendidikan, belanja pegawai mencapai Rp 479 miliar. Namun, guru honorer masih menerima honor hanya Rp 500.000 setiap tiga bulan. Ia juga menyoroti mandatory spending yang justru banyak terserap ke konsumsi rapat, perjalanan dinas, hingga honorarium narasumber bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Unggahan Leony pun mendapat sambutan luas dari publik. Banyak warganet menilai kritiknya mewakili keresahan masyarakat yang mempertanyakan prioritas belanja Pemkot Tangsel. Sorotan tersebut juga memperlihatkan betapa pentingnya keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas penggunaan uang rakyat. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan