MTU News
Beranda Profil Dari Lapangan Kampung ke Timnas: Kisah Saktiawan Sinaga

Dari Lapangan Kampung ke Timnas: Kisah Saktiawan Sinaga

Foto: Aksi pemain PSMS Medan, Saktiawan Sinaga.

MEDAN || MTUNews.com – Saktiawan Sinaga, mantan penyerang tim nasional Indonesia, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 19 Februari 1982. Putra dari pasangan Sudin Sinaga dan Sulastri ini menghabiskan masa kecilnya di Medan dan mulai menunjukkan bakat sepak bolanya sejak usia belia.

Dikenal dengan panggilan Sakti atau Wawan, Saktiawan menapaki perjalanan awal karier sepakbolanya di SSB Generasi dan SSB Sejati Pratama antara tahun 1997 hingga 1999. Ketekunan dan kemampuan olah bolanya membuat ia direkrut PSMS Medan junior pada tahun 2000, klub yang kelak membesarkan namanya.

Tak lama berselang, Sakti merantau ke PSPS Pekanbaru sebelum kemudian bergabung dengan PSDS Deli Serdang. Performa stabilnya membuat PSMS Medan kembali terpikat dan memboyongnya pulang pada musim 2004/2005.

Di periode keduanya bersama PSMS inilah nama Saktiawan Sinaga mencuat ke pentas nasional. Ia menjadi bagian penting skuad Ayam Kinantan saat meraih tiga gelar Piala Emas Bang Yos secara beruntun (2003–2005). Ia juga mengantarkan PSMS meraih runner-up Liga Indonesia 2007/2008.

Selama empat musim, Saktiawan sukses mencatatkan lebih dari 100 penampilan untuk PSMS—sebuah pencapaian yang hanya diraih sedikit pemain. Penampilan impresifnya bahkan membuat pelatih Peter Withe memanggilnya untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala Tiger 2004.

Performa Saktiawan kembali bersinar ketika menerima tawaran Persik Kediri pada 2008. Namun musim perdananya di klub Macan Putih justru membawa pengalaman yang tidak terlupakan. Ia mendadak kolaps saat pertandingan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Pemeriksaan medis menunjukkan ia mengalami kelelahan berat dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.

Setelah dua musim, Persik Kediri melepasnya. Sejak itu, grafik karier Saktiawan menurun. Dalam rentang 11 tahun berikutnya, ia berpindah-pindah klub: Semen Padang, Perseru Serui, Mitra Kukar, PSS Sleman, Borneo FC, Celebest FC, Persiwa Wamena, Tiga Naga, hingga Medan Utama.

Pada tahun 2022, di usia 40 tahun, Saktiawan Sinaga memutuskan mengakhiri perjalanannya sebagai pesepakbola profesional. Keputusan itu menutup cerita panjang seorang striker bertalenta yang pernah menjadi harapan PSMS Medan dan andalan lini depan tim nasional Indonesia. (red-Jeconiah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan