Longsor Cianjur, Jalan Cigadog Kembali Dibuka
CIANJUR || MTUNews.com – Akses Jalan Cigadog di Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, yang sebelumnya tertutup total akibat longsor, kini mulai dapat dilalui kendaraan. Proses pembersihan material longsor berlangsung lebih cepat setelah satu unit alat berat dikerahkan ke lokasi sejak Sabtu (15/11/2025) pagi.
Longsor yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) malam menutup seluruh badan jalan dan memutus akses penghubung tiga kecamatan, yakni Tanggeung, Kadupandak, dan Cijati. Akibatnya, aktivitas warga sempat terhenti, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan jalur menuju pusat layanan publik dan pasar.
Upaya penanganan dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat bersama Polsek Tanggeung. Kolaborasi tersebut mulai menunjukkan hasil dengan terbukanya sebagian badan jalan, meski kendaraan masih harus melintas secara bergantian.

Anggota Polsek Tanggeung, Aiptu Wizana, mengatakan proses pembersihan berjalan lancar berkat dukungan alat berat dan kondisi cuaca yang cukup cerah.
“Alhamdulillah, proses pembersihan berjalan lancar. Akses jalan sudah mulai bisa dilalui kendaraan, meski masih secara bergantian,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Wizana menambahkan, petugas masih melanjutkan pembersihan sisa material longsor untuk memastikan kondisi jalan benar-benar aman digunakan. Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menghindari kemacetan serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas karena kondisi jalan masih dalam tahap pembersihan,” katanya.

Dengan mulai terbukanya akses ini, aktivitas warga di wilayah Tanggeung dan sekitarnya berangsur kembali normal. Meski demikian, proses penanganan penuh masih berlangsung hingga seluruh material longsoran dibersihkan dan kondisi tebing sekitar dinyatakan stabil.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Cianjur masih tinggi. Monitoring terhadap tebing rawan runtuh terus dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana lanjutan.
Upaya pemulihan akses Jalan Cigadog ini diharapkan mampu mempercepat kembali mobilitas masyarakat serta pergerakan barang dan kebutuhan pokok antarkecamatan. (red-Jeconiah)











