MTU News
Beranda Hukum Akhir Drama Ayah Tiri Pembunuh Alvaro: Pelaku Tewas Bunuh Diri

Akhir Drama Ayah Tiri Pembunuh Alvaro: Pelaku Tewas Bunuh Diri

Alvaro Kiano Nugroho. (Foto: Istimewa).

JAKARTA || MTUNews.com – Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pelaku yang ternyata ayah tirinya sendiri, Alex, sempat berupaya mengelabui peny investigators dengan terus mengelak saat diinterogasi, sebelum akhirnya mengakui perbuatannya di bawah tekanan.

Nenek korban, Sayem (53), menuturkan bahwa Alex sebenarnya sudah diamankan polisi beberapa hari setelah Alvaro dilaporkan hilang. Namun karena terus membantah, ia sempat dilepas penyidik. “Dari pertama itu sebenarnya sudah ditangkap, tapi dia muter terus, jadi dilepas lagi,” ujar Sayem, Senin (24/11/2025).

Polisi kembali menangkap Alex dan menerapkan strategi berbeda. Dalam pemeriksaan lanjutan, Alex diajak berkeliling sambil diinterogasi. Polisi bahkan sempat memberikan ancaman keras agar pelaku jujur. Tekanan tersebut membuat Alex tak bisa lagi menghindar. “Kata polisi, ‘Alex, kalau kamu nggak ngaku, saya buang ke laut, nggak ada yang tahu.’ Mungkin dia ketakutan, langsung ngaku,” kata Sayem.

Dalam pengakuannya, Alex tidak hanya menjelaskan aksi penculikan, tetapi juga bagaimana ia menyembunyikan jasad Alvaro. Ia memasukkan jasad ke dalam plastik sambil menggunakan sarung tangan agar sidik jarinya tidak terdeteksi. Dari isi percakapan di ponselnya, terungkap ia mengatur pembuangan jasad ke wilayah Bogor melalui pesan WhatsApp. “Ada perjanjian soal buang mayat itu di WhatsApp Alex-nya. Nyuruh orang,” ujar Sayem.

Setelah pemeriksaan intensif, Alex ditetapkan sebagai tersangka. Namun tak lama kemudian, ia dikabarkan meninggal dunia di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan. Sayem mengaku sempat merasa marah, tetapi menyadari proses hukum terhadap pelaku tak lagi bisa dilakukan. “Orangnya sudah nggak ada, kita nggak bisa lagi apa-apa,” ucapnya.

Berlagak Membantu Pencarian

Sebelum identitasnya terungkap sebagai pelaku, Alex justru tampil sebagai orang yang paling aktif membantu keluarga mencari Alvaro. Ketika Alvaro tak pulang dari masjid pada 6 Maret 2025, keluarga bahkan meminta Alex untuk ikut mencari. Ia datang ke rumah, mengantar keluarga membuat laporan ke Polsek hingga Polda, serta berkali-kali mengajak keluarga mendatangi dukun di Karawang dan Bogor.

“Dia kayak orang nggak punya salah. Nganterin saya ke orang pinter, ke Karawang, ke Bogor. Dia yang paling sibuk bantu,” ujar Sayem.

Penetapan Tersangka Setelah Pra Rekonstruksi

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menegaskan bahwa ayah tiri korban adalah pelaku penculikan sekaligus pembunuhan. Polisi menemukan kerangka manusia yang diduga kuat adalah Alvaro, kemudian mengirimkannya untuk pemeriksaan DNA guna memastikan identitasnya.

Di balik pengungkapan kasus tersebut, peran marbot Masjid Jami Al-Muflihun ikut mempercepat proses penyelidikan. Marbot yang menjadi salah satu saksi kunci mengaku mengenali suara pelaku saat pra rekonstruksi digelar di masjid tersebut. Alex diminta memeragakan ulang percakapannya pada malam penculikan, dan marbot langsung mengonfirmasi kesesuaian suaranya.

“Itu Alex sudah dibawa ke situ. Terus si marbot bilang, ‘Kalau nggak kenal orangnya, suaranya saja.’ Terus Alex disuruh ngomong. Suaranya sama,” kata Sayem.

Kasus yang menimpa Alvaro kini memasuki tahap lanjutan, menunggu hasil pemeriksaan forensik terhadap kerangka yang ditemukan. Sementara keluarga korban berharap penyidikan tetap berjalan tuntas meski pelaku telah meninggal dunia. (red-Jekoniah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan