MTU News
Beranda Bencana Alam Gibran–Raffi Ahmad Bahas Aksi Kemanusiaan

Gibran–Raffi Ahmad Bahas Aksi Kemanusiaan

JAKARTA || MTUNews.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bersama sejumlah pekerja seni Tanah Air untuk membahas rencana pengiriman bantuan bagi korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, turut dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto serta sejumlah figur publik dari berbagai bidang, di antaranya penyanyi Tompi, pembawa acara Melaney Ricardo, dan aktor sekaligus praktisi bela diri Iko Uwais.

Dalam pertemuan tersebut, para pekerja seni menyampaikan perkembangan penggalangan dana dan rencana lanjutan penyaluran bantuan, baik dalam bentuk logistik, kegiatan sosial, maupun dukungan kesehatan mental bagi para korban bencana.

“Kami membahas pembaruan rencana bantuan untuk wilayah Sumatera, termasuk pengiriman bantuan lanjutan, kegiatan sosial, hingga isu kesehatan mental sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma korban,” ujar Tompi usai pertemuan.

Tompi menjelaskan, inisiatif bantuan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan darurat, tetapi juga pada program pendampingan jangka menengah, termasuk rencana kegiatan khusus selama bulan Ramadhan untuk masyarakat terdampak bencana.

Hingga saat ini, donasi yang dihimpun melalui gerakan penggalangan dana bertajuk “Gerakan 100 Musisi” telah mencapai Rp17,2 miliar. Dana tersebut dikumpulkan melalui rekening Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) dan masih terus berjalan untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak.

Sebagian bantuan telah dikirimkan ke lokasi bencana, termasuk pompa air. Namun, Tompi mengakui masih terdapat kendala dalam proses distribusi, sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah agar penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Melaney Ricardo mengungkapkan bahwa Wapres Gibran menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam penyaluran bantuan. Donasi yang terkumpul diminta dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka guna mencegah penyelewengan dan menghindari misinformasi di tengah masyarakat.

“Pak Wapres berharap bantuan yang diberikan berupa barang yang benar-benar dibutuhkan, diserahkan secara terbuka, dan bisa dilihat langsung oleh publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kepercayaan masyarakat,” ujar Melaney. (red-jec)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan