INACRAFT 2026 Diikuti 1.013 Eksibitor Kerajinan Unggulan
JAKARTA || MTUNews.com – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, akan digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pameran ini menempati seluruh area seluas sekitar 24.941 meter persegi dan menjadi penyelenggaraan ke-26 sejak pertama kali digelar 25 tahun lalu oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event.
Mengusung tema “From Smart Village to Global Market”, INACRAFT 2026 menegaskan komitmennya sebagai ajang promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas agar mampu bersaing di pasar global. Tahun ini, INACRAFT mengadopsi pendekatan human-centered dengan menjadikan womenpreneurs sebagai ikon utama melalui konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, sekaligus mengapresiasi peran perempuan Indonesia dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya nusantara.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perajin di sejumlah daerah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, INACRAFT 2026 tetap menjadi ruang pertemuan penting bagi para pelaku kriya untuk saling menguatkan serta memperkenalkan karya terbaik mereka. Pameran ini juga menghadirkan 11 zona pameran yang menampilkan beragam produk, mulai dari wastra nusantara seperti batik, tenun, dan songket, hingga kerajinan rumah tangga, fashion, perhiasan, aksesori, dan produk dekoratif.

Selain pameran produk, INACRAFT 2026 menyediakan berbagai program pendukung, antara lain Craft Talkshow, Craft Workshop, seminar bertema keberlanjutan, pertunjukan seni, pergelaran busana, hingga INACRAFT Appreciation Night. Area kuliner nusantara bertajuk Talam INACRAFT turut dihadirkan di Mezzanine dan Hall B, menyajikan aneka makanan dan minuman khas dari berbagai daerah di Indonesia.
INACRAFT 2026 diikuti oleh 1.013 stand, terdiri atas peserta individu, Kementerian, BUMN, Dinas, serta peserta mancanegara. Penyelenggara menargetkan transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar dengan kontrak dagang sebesar USD 1,5 juta, serta menarik 100.000 pengunjung, termasuk sekitar 1.000 pembeli internasional. Pameran ini dibuka untuk umum pukul 10.00–21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp35.000. (red-jec)









