MTU News
Beranda BUMN Antara Dorong Jurnalis Muda Berperspektif Global

Antara Dorong Jurnalis Muda Berperspektif Global

Foto: Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar memberikan penjelasan kepada ANTARA saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa.

JAKARTA || MTUNews.com – Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Benny Siga Butarbutar, menekankan pentingnya perspektif global bagi jurnalis muda agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi pencerahan dan makna bagi publik.

Menurut Benny, salah satu cara efektif menanamkan perspektif global adalah melalui pengalaman langsung menjalankan tugas jurnalistik di luar negeri. Ia menilai, keterbatasan pengalaman hanya di dalam negeri berpotensi membuat wartawan memiliki sudut pandang yang sempit dan cenderung inward looking, sehingga memicu stagnasi dalam kualitas pemberitaan.

“Pengalaman internasional membentuk cara pandang yang lebih luas. Tanpa itu, jurnalis berisiko terjebak pada perspektif sempit dan kehilangan kedalaman analisis,” ujar Benny di sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu.

Benny menjelaskan, pengalaman bertugas di luar negeri akan mengasah naluri jurnalistik untuk melihat sebuah isu dari berbagai sudut pandang dan konteks perbandingan. Pendekatan tersebut, kata dia, memungkinkan jurnalis menghadirkan informasi yang tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga memberikan pemaknaan dan solusi bagi pembaca.

Ia mencontohkan pemberitaan ekonomi nasional yang akan lebih komprehensif apabila dikomparasikan dengan kondisi negara-negara berkekuatan ekonomi besar. Melalui perbandingan tersebut, publik dapat memahami posisi Indonesia secara objektif di tengah dinamika ekonomi global.

Mantan Kepala Biro Antara Tokyo, Jepang, itu juga menegaskan pentingnya penguatan perspektif global, etika jurnalistik, serta budaya kolaborasi bagi jurnalis muda sejak masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Menurutnya, pembekalan sejak dini akan melahirkan jurnalis yang mampu bernavigasi di tengah dinamika sosial dan politik yang kian kompleks.

Ia menilai pendidikan jurnalistik di perguruan tinggi perlu mendorong mahasiswa untuk memahami isu-isu global, melakukan perbandingan lintas negara, serta mengasah rasa ingin tahu yang diwujudkan dalam karya jurnalistik yang bertanggung jawab dan berpegang pada kaidah etika.

Selain itu, Benny menegaskan kehidupan pers yang sehat juga memerlukan dukungan regulasi yang kuat, baik dari pemerintah maupun Dewan Pers, agar jurnalis dapat menjalankan perannya secara profesional, independen, dan berkelanjutan. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan