MTU News
Beranda Artikel TOBA Gas Proyek PLTS Batam, 1 Juta Ton Sampah Disulap Jadi Cuan

TOBA Gas Proyek PLTS Batam, 1 Juta Ton Sampah Disulap Jadi Cuan

Foto: Salah satu fasilitas operasional Sembcorp Environment. (Dok. TBS Energi Utama).

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) terus mempercepat transformasi bisnisnya menuju sektor energi hijau dengan memperluas investasi di bidang energi baru terbarukan (EBT) serta pengelolaan limbah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dan memperkuat portofolio energi berkelanjutan.

Senior Vice President Corporate Strategy & Business Development TOBA, Nafi Sentausa, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengoperasikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Sumberjaya di Lampung dengan kapasitas 6 megawatt (MW) yang mulai beroperasi secara komersial sejak Januari 2025.

Selain itu, perusahaan juga tengah mempercepat pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya terapung atau floating solar di Batam dengan kapasitas mencapai 46 megawatt peak (MWp). Proyek ini ditargetkan mulai menyalurkan listrik pada kuartal IV 2026.

Di luar sektor energi terbarukan, TOBA juga memperkuat lini bisnis pengelolaan limbah yang kini menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua setelah batu bara. Melalui sejumlah akuisisi yang diselesaikan pada 2023 hingga awal 2025, perusahaan kini mengelola sekitar 1 juta ton sampah per tahun di Indonesia dan Singapura dengan tingkat utilisasi operasional di atas 80%.

Limbah yang ditangani perusahaan mencakup berbagai jenis, mulai dari limbah domestik, komersial, medis, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), hingga fasilitas pemulihan material melalui proses pemilahan (sorting).

Melalui anak usaha lingkungan di Singapura, Kora Environment, sampah yang dikumpulkan tidak hanya dibuang tetapi juga diolah menggunakan teknologi energy from waste untuk menghasilkan uap panas yang kemudian dijual ke kawasan industri melalui kontrak jangka panjang.

Dalam rangka mempercepat transformasi bisnis, perusahaan juga telah menyelesaikan divestasi dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada Maret dan Mei 2025. Ke depan, TOBA akan memfokuskan pengembangan bisnis pada tiga pilar utama, yaitu energi terbarukan, pengelolaan limbah, serta ekosistem kendaraan listrik.

Senior Vice President Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Hippy, menyebut periode 2025 hingga 2027 sebagai fase penting dalam reposisi strategi perusahaan.

Divestasi aset PLTU serta penurunan harga batu bara sempat memberikan tekanan terhadap laporan keuangan perusahaan pada 2025, termasuk kerugian non-cash sekitar US$96–97 juta akibat pelepasan aset tersebut. Meski demikian, secara operasional kinerja perusahaan masih terjaga dengan adjusted EBITDA sebesar US$47,1 juta.

Kontribusi bisnis pengelolaan limbah terhadap pendapatan perusahaan kini telah mencapai sekitar 41%, dan diproyeksikan mampu menggantikan kontribusi batu bara terhadap pendapatan maupun EBITDA dalam dua hingga tiga tahun ke depan. (red-sjs)

sumber: CNBC Indonesia

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan