MTU News
Beranda Info Taipan Djarum Michael Bambang Hartono Wafat di Singapura

Taipan Djarum Michael Bambang Hartono Wafat di Singapura

Foto: Michael Bambang Hartono, pengusaha sekaligus orang terkaya di Indonesia, saat tertangkap kamera makan sederhana di sebuah warung di Semarang. Bos Djarum dan Bank Central Asia (BCA) itu meninggal dunia 19 Maret 2026 di Singapura pada usia 86 tahun.

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Kabar duka datang dari Singapura pada Kamis (19/3/2026). Pengusaha nasional sekaligus tokoh penting dalam pembinaan olahraga bulu tangkis Indonesia, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada usia 86 tahun. Kepergian sosok yang dikenal luas sebagai salah satu pemilik Grup Djarum tersebut meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi dunia olahraga Tanah Air.

Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Michael memiliki peran besar dalam mengembangkan PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat pembinaan bulu tangkis paling konsisten di Indonesia. Melalui dukungan yang berkelanjutan, PB Djarum dikenal sebagai tempat lahirnya banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Di bawah dukungannya, PB Djarum menerapkan sistem pembinaan berjenjang melalui audisi nasional yang rutin digelar setiap tahun. Program tersebut membuka kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pelatihan profesional dengan fasilitas berstandar internasional. Dari sistem ini lahir sejumlah atlet yang kemudian menjadi tulang punggung Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Selain berperan dalam pembinaan bulu tangkis, Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet bridge yang pernah membela Indonesia di tingkat internasional. Ia meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Bridge 2008, 2009, dan 2010, serta kembali mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada Asian Games 2018.

Di luar dunia olahraga, Michael merupakan salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana meski memiliki kekayaan besar, dan lebih memilih menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan. Sikap tersebut membuatnya dihormati tidak hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai figur teladan.

Kepergian Michael Bambang Hartono dinilai sebagai kehilangan besar bagi dunia usaha maupun olahraga Indonesia. Kontribusinya dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan serta dukungannya terhadap berbagai kegiatan olahraga akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan prestasi Indonesia di tingkat internasional. (red-tim)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan