Saleh menjelaskan, Presiden Prabowo selama ini terbuka terhadap berbagai pandangan dari tokoh publik. Sejumlah pertemuan dengan kalangan birokrat, akademisi, aktivis, hingga jurnalis disebutnya kerap diisi diskusi yang juga dapat disaksikan masyarakat melalui siaran media, sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan pemerintah.
Menurut Ketua Komisi VII DPR RI tersebut, sudah selayaknya tokoh nasional seperti Jusuf Kalla memanfaatkan ruang dialog langsung di Istana. Ia meyakini, Prabowo akan menyambut baik pertemuan tersebut, mengingat kontribusi dan pengalaman JK yang luas di bidang bisnis, politik, dan pemerintahan, baik di dalam negeri maupun internasional.
Lebih lanjut, Saleh berpandangan bahwa penyampaian kritik oleh tokoh sekelas JK akan lebih tepat jika dilakukan secara langsung, bukan melalui media sosial atau media massa. Ia menilai, komunikasi langsung dengan Presiden akan membuat gagasan dan masukan konstruktif lebih mudah dipahami serta diimplementasikan.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah mengendalikan defisit anggaran di tengah tekanan krisis energi global. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mendorong efisiensi konsumsi energi sekaligus menahan laju peningkatan utang negara. (red-win)