Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Tarutung, para staf ahli, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan medis yang cepat, nyaman, dan akurat. Ia menekankan pentingnya kualitas hasil pemeriksaan sebagai dasar utama dalam menentukan penanganan pasien.
Menurutnya, keberadaan alat MRI dengan teknologi yang lebih canggih akan memperkuat kemampuan diagnosa medis secara komprehensif. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan peralatan harus sejalan dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Oleh karena itu, pembentukan Unit Pelatihan dan Pengembangan SDM menjadi salah satu prioritas guna memastikan tenaga medis, mulai dari dokter, perawat hingga tenaga laboratorium, terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi di bidang kesehatan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan hemodialisis (cuci darah). Saat ini, pasien RSUD Tarutung tidak hanya berasal dari wilayah Tapanuli Utara, tetapi juga dari daerah sekitar, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan rumah sakit tersebut.
Peresmian fasilitas ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah ruangan dan fasilitas penunjang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan sejumlah masukan guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi pasien.
Dengan penambahan fasilitas ini, RSUD Tarutung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan yang unggul dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (red-ms)