MTU News
Beranda Organisasi Ketua HMI-GMKI: Saring Informasi Sebelum Percaya

Ketua HMI-GMKI: Saring Informasi Sebelum Percaya

SIBOLGA || MTUNews.com – Penyebaran berita palsu atau hoaks menjadi salah satu tantangan terbesar di era digital saat ini. Kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet memungkinkan informasi tersebar dengan cepat dan luas tanpa melalui proses verifikasi maupun validasi yang memadai. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin rentan terpapar informasi yang tidak akurat, menyesatkan, bahkan sengaja dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sibolga-Tapanuli Tengah, Rahmad Hidayat Panggabean, Jumat (5/6/2026), menanggapi beredarnya video di platform media sosial TikTok yang dinilainya memuat informasi tidak benar.

Menurut Rahmad, video yang diunggah pada 3 Juni 2026 tersebut merupakan dokumentasi lama yang direkam sekitar dua tahun lalu, namun dipublikasikan kembali seolah-olah merupakan peristiwa baru. Ia juga menilai akun yang mengunggah video tersebut tidak memiliki identitas yang jelas dan diduga menggunakan akun palsu dengan mencantumkan status sebagai mahasiswa.

“Kami menilai informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta. Penggunaan akun yang tidak jelas identitasnya dan mengatasnamakan mahasiswa berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Rahmad.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mengedepankan fakta, data, dan kajian yang objektif dalam menyampaikan kritik maupun pendapat. Menurutnya, kualitas intelektual seorang mahasiswa tercermin dari kemampuannya menyampaikan argumentasi yang bertanggung jawab dan berdasarkan fakta di lapangan.

Senada dengan itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Sibolga-Tapanuli Tengah, Sekira Zendrato, turut mengklarifikasi video yang beredar di TikTok tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam unggahan itu tidak benar dan termasuk kategori hoaks.

Sekira mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Sebagai kaum intelektual, kita harus bijak dalam menelaah setiap informasi dan pemberitaan yang beredar di media sosial serta selalu mencari sumber informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sekira.

Ia juga mengimbau pengguna media sosial agar tidak mencatut nama mahasiswa untuk menyebarkan informasi yang tidak benar. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik mahasiswa Sibolga dan Tapanuli Tengah yang selama ini dikenal sebagai kelompok intelektual yang menjunjung tinggi kebenaran dan etika dalam menyampaikan pendapat. (red-hm)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan