TikTok-Tokopedia Bantah PHK, Justru Buka Lowongan
JAKARTA || MTUNews.com – Manajemen TikTok dan Tokopedia membantah isu yang menyebut perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal terhadap karyawannya di Indonesia.
President Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo, menegaskan bahwa perusahaan saat ini tengah menjalankan penataan organisasi melalui skema internal mobility, bukan PHK massal.
“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group,” ujar Stephanie kepada wartawan usai menghadiri pertemuan bersama DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Stephanie menjelaskan, dalam proses penataan tersebut terdapat sejumlah karyawan yang secara sukarela memilih paket kompensasi untuk melanjutkan karier di luar perusahaan. Selain itu, sebagian karyawan juga dialihkan ke unit atau entitas lain yang masih berada dalam grup usaha TikTok-Tokopedia.
Ia menambahkan, di tengah proses penyesuaian organisasi itu, perusahaan tetap membuka kesempatan kerja baru dengan merekrut lebih dari 100 karyawan untuk berbagai posisi di Indonesia.
“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyatakan akan menelusuri informasi terkait isu PHK di Tokopedia dan TikTok guna memperoleh gambaran yang utuh sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

Menurut Said Iqbal, pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi dari satu pihak, sehingga diperlukan verifikasi menyeluruh terhadap kondisi yang sebenarnya terjadi. (red-sjs)










