MTU News
Beranda Daerah Dari Lokasi Bencana, Tapteng Teguhkan Semangat Bangkit

Dari Lokasi Bencana, Tapteng Teguhkan Semangat Bangkit

TAPANULI TENGAH || MTUNews.com – ibuan warga memadati Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis (27/8/2026) malam. Di lokasi yang pernah terdampak bencana, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar malam puncak Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah dengan suasana meriah sekaligus penuh haru.

Berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Tapteng sengaja memilih lokasi terdampak bencana sebagai tempat perayaan. Pilihan tersebut menjadi simbol kebersamaan pemerintah dan masyarakat untuk bangkit, memulihkan kehidupan, serta menata kembali Tapanuli Tengah setelah bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025.

Malam puncak diawali Pawai Obor yang melibatkan masyarakat. Cahaya obor menjadi simbol perjalanan dari masa sulit dan duka akibat bencana menuju harapan serta semangat baru untuk kembali membangun daerah.

Suasana semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi dan talenta lokal. Warga disuguhkan penampilan Marsada Band, Osen Hutasoit, Deta Voice, Naura Band, Dian Nazara, Hijrah, dan Radha.

Nuansa budaya Tapanuli juga turut mewarnai acara melalui penampilan Tari Tortor yang dibawakan anak-anak Kelurahan Sipange. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian seni dan budaya lokal di tengah suasana perayaan.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, peringatan HUT ke-81 Tapteng juga menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka. Stan-stan UMKM turut meramaikan lokasi acara sekaligus membuka peluang bagi perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, S.H., M.H., mengatakan kegiatan seni dan musik tersebut sengaja dihadirkan untuk membangkitkan kembali semangat dan mental masyarakat setelah menghadapi bencana.

“Melalui seni musik kita bangkitkan kembali rasa persaudaraan kita. Melalui seni musik kita bangunkan kembali jiwa-jiwa kita, mental kita yang selama ini kita larut dalam kesedihan,” ujar Masinton.

Ia menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan berarti melupakan bencana yang telah terjadi. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memulihkan kondisi masyarakat dan daerah.

“Tentu kita tidak melupakan peristiwa bencana, dan ini menjadi tugas kami bersama, tugas Pemerintah Kabupaten, instansi vertikal, Forkopimda, beserta masyarakat,” katanya.

Masinton juga menjelaskan alasan dipilihnya Kelurahan Sipange sebagai lokasi malam puncak. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis bagi kehidupan masyarakat karena sebelumnya merupakan hamparan sawah dan kebun yang menjadi sumber penghidupan warga.

“Dari tanah, di atas tanah tempat kita berdiri hari ini adalah tanah yang memberikan kehidupan masyarakat di Sipange dan Tukka. Dan sekarang tanah ini sedang kena bencana, maka kita pastikan tanah Tapanuli Tengah, alam Tapanuli Tengah akan memberikan kehidupan kita kembali,” ucapnya penuh optimisme.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan sumber penghidupan dan harapan masyarakat.

Malam puncak HUT ke-81 Tapteng tersebut turut dihadiri Kapolres Tapteng, Danlanal Sibolga, Dansatradar 103 Sibolga, unsur Forkopimda Tapteng, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Ketua TP PKK Tapteng, Staf Ahli I TP PKK Tapteng, para staf ahli dan asisten Setdakab Tapteng, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dari lokasi yang pernah dilanda bencana, peringatan HUT ke-81 Tapteng menjadi pesan kuat bahwa duka tidak boleh menghentikan langkah. Tapteng memilih bangkit, bersama masyarakat, untuk menatap masa depan. (red-tim/hm)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan