“Program Kopdes Merah Putih merupakan wujud nyata penerapan ekonomi Pancasila, sekaligus cerminan visi besar Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa. Ini mencakup pembukaan akses pasar, pembiayaan, serta penyediaan kebutuhan pokok dan infrastruktur dasar secara terintegrasi,” ujar Budisatrio dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini mampu memperkuat fondasi ekonomi desa, dengan cara menghadirkan akses langsung masyarakat terhadap pasar dan lembaga keuangan formal, sekaligus memutus ketergantungan pada rantai distribusi yang merugikan produsen kecil seperti petani, nelayan, dan UMKM desa.
“Koperasi merupakan instrumen efektif untuk menanggulangi ketimpangan struktural yang selama ini menjadi penghambat utama kemajuan desa. Lewat koperasi, warga bisa saling menopang melalui asas gotong royong dan kekeluargaan, yang hasilnya dinikmati secara kolektif,” lanjutnya.
Budisatrio menjelaskan bahwa selama ini banyak pelaku usaha desa kesulitan menjual hasil panennya karena terjebak dalam rantai pasok panjang yang dikendalikan tengkulak. Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, koperasi desa dapat bertindak sebagai offtaker, menyerap produk lokal, sekaligus menyediakan barang pokok dan layanan esensial dengan harga terjangkau.
Model Kopdes Merah Putih sendiri terdiri dari tujuh unit usaha inti, yaitu: toko sembako, klinik desa, apotek, cold storage, layanan simpan pinjam, unit logistik, dan kantor koperasi. Seluruh unit koperasi tersebut akan terhubung langsung dengan BUMN strategis, seperti BULOG, Pertamina, Biofarma, dan Pupuk Indonesia, guna menjamin kelancaran distribusi barang dan layanan.
“Dengan sistem ini, masyarakat desa tak lagi bergantung pada perantara yang merugikan. Mereka bisa menjual hasil panen dengan harga yang layak dan membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini bentuk nyata kehadiran negara dalam memperbaiki ketimpangan ekonomi,” tegas Budisatrio.
Ia pun menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar unit bisnis, melainkan wadah pemberdayaan ekonomi desa yang akan mendorong desa naik kelas menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Sebagai bentuk komitmen, Budisatrio juga telah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra di DPR RI untuk mengawal dan menyukseskan program ini, agar berjalan tepat sasaran dan sesuai visi Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia dari pinggiran.
Peluncuran resmi Kopdes/Kopkel Merah Putih dilakukan oleh Presiden Prabowo di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Presiden menyatakan bahwa koperasi ini diharapkan memangkas rantai distribusi dan memberikan dukungan langsung kepada petani, peternak, dan nelayan.
Pemerintah telah menyiapkan 108 koperasi percontohan sebagai model awal, yang mulai 22 Juli 2025 sudah dapat mengakses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank Himbara. Pemerintah juga mendorong agar setiap koperasi dapat mengembangkan unit usaha sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa.
Dengan demikian, program Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan ekonomi desa saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya sistem ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (red-win)