Pelantikan dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Dalam prosesi tersebut, Qodari berdiri di hadapan Presiden didampingi rohaniwan untuk mengucapkan sumpah jabatan.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Presiden Prabowo yang kemudian diikuti Qodari.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Usai pengambilan sumpah, Qodari menandatangani berita acara pelantikan yang turut disaksikan dan ditandatangani Presiden.
Pendidikan
Perjalanan akademik Qodari dimulai di Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar sarjana Psikologi pada 1997 dengan fokus pada psikologi sosial. Ia kemudian melanjutkan studi magister di University of Essex pada 2001 dengan konsentrasi perilaku politik (political behaviour), dan lulus setahun kemudian.
Pada 2007, Qodari menempuh program doktor di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar Doktor Ilmu Politik pada 2016. Disertasinya mengkaji fenomena split-ticket voting, yakni perilaku pemilih yang memberikan pilihan berbeda dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden. Ia juga memperkenalkan model low information untuk menjelaskan fenomena tersebut di negara berkembang seperti Indonesia.
Karier
Lahir di Palembang pada 1973, Qodari dikenal sebagai peneliti dan pengamat sosial politik. Ia memulai karier sebagai peneliti di Institut Arus Informasi (ISAI) pada 1999, sebelum bergabung dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada 2002.
Kariernya berkembang pesat saat menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2003, sekaligus menjabat Chief Editor Majalah Kandidat. Pada 2005, ia dipercaya sebagai Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia.
Berbekal pengalaman tersebut, Qodari mendirikan lembaga riset Indo Barometer pada 2006 yang fokus pada kajian perilaku sosial politik masyarakat.
Kariernya di pemerintahan dimulai saat dilantik sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 21 Oktober 2024. Tak lama berselang, ia naik menjadi Kepala KSP sebelum kini dipercaya memimpin Bakom RI.
Sebagai Kepala Bakom RI, Qodari mengemban tugas strategis untuk mengoordinasikan dan mengendalikan komunikasi kebijakan pemerintah, termasuk dalam penanganan komunikasi krisis. (red-win)