MTU News
Beranda Artikel Sekum PGI Soroti Pentingnya Perempuan di Politik

Sekum PGI Soroti Pentingnya Perempuan di Politik

foto: Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt. Darwin Darmawan menyampaikan pemaparan saat mengikuti ujian promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).

JAKARTA || MTUNews.com – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt. Darwin Darmawan menegaskan pentingnya representasi perempuan dalam dunia politik melalui pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan politik kehadiran atau politics of presence. Menurutnya, kepemimpinan perempuan mampu menghadirkan relasi politik yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kepedulian, pelayanan, dan pendekatan sosial yang inklusif.

Pernyataan tersebut disampaikan Darwin saat menjalani ujian promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (18/5). Dalam penelitiannya, ia mengkaji pola kepemimpinan dua politikus perempuan keturunan Tionghoa, yakni Tjhai Chui Mie dan Me Hoa.

Darwin menjelaskan, kedua tokoh tersebut mampu membangun legitimasi politik melalui pendekatan lintas etnis dan kedekatan dengan masyarakat. Tjhai Chui Mie dinilai menerapkan strategi assertive-bridging leadership dengan menggunakan identitas Tionghoa secara terbuka namun tetap inklusif melalui pembangunan koalisi lintas kelompok dan keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, Me Hoa disebut mengembangkan pola kepemimpinan yang lebih adaptif dan negosiatif di tengah dominasi elite lokal. Ia membangun kedekatan dengan masyarakat lewat pendekatan relasional, pelayanan konstituen, dan lebih menonjolkan identitas sebagai “Ibu Me Hoa” dibanding identitas etnisnya.

Melalui penelitian tersebut, Darwin menilai representasi politik substantif tidak hanya tercermin dalam kebijakan formal, tetapi juga melalui praktik keseharian pemimpin dalam menjaga hubungan sosial dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa politik tidak berhenti pada proses elektoral semata, melainkan hadir melalui kepedulian dan respons nyata pemimpin terhadap kebutuhan rakyat. (red-sjs)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan