Data Tenaga Kerja ADP AS di Bawah Prediksi buat Rupiah Menguat
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (1/2) meningkat dipengaruhi data tenaga kerja Automatic Data Processing (ADP) Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari ekspektasi.
Dilansir dari Antara, rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp15.765 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.783 per dolar AS.
“ADP semalam menunjukkan penambahan pekerjaan yang lebih rendah, ekspektasi pasar ini juga bisa mempengaruhi NFP (Non-Farm Payroll) besok,” analis mata uang Lukman Leong.

Perekrutan tenaga kerja di sektor swasta AS melambat pada bulan Januari, dan pertumbuhan upah terus menurun seiring dengan menurunnya inflasi.
Pekerjaan di sektor swasta non-pertanian meningkat sebesar 107.000 pekerjaan, melambat dari revisi 158.000, menurut data dari Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP yang dirilis pada hari Rabu (31/1) waktu setempat. Investor juga menantikan data manufaktur AS malam ini.
Selain itu, dari hasil Federal Open Market Committee (FOMC) AS tidak ada kejutan dari bank sentral AS atau The Fed yang seperti diperkirakan mensinyalkan tidak akan menurunkan suku bunga pada Maret 2024.
Sedangkan dari dalam negeri, yang bisa mempengaruhi kekuatan rupiah adalah kekhawatiran investor utamanya terhadap pemilihan presiden (pilpres) 2024 dan isu pengunduran diri menteri.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis naik ke level Rp15.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.803 per dolar AS. (*/tje)










