MTU News
Beranda Mancanegara AS Kehabisan Dana untuk Dukung Perang Ukraina

AS Kehabisan Dana untuk Dukung Perang Ukraina

Ilustrasi/ REUTERS

Washington – Sudah hampir dua tahun invasi militer Rusia ke Ukraina yang menyebabkan perang berkepanjangan di wilayah Eropa Timur tersebut belum menemui kejelasan akan berakhir seperti apa. Dan selama itu pula dukungan Amerika Serikat serta sekutunya mengalir kepada perjuangan presiden Volodymyr Zelenskyy serta rakyat Ukraina untuk membela negeri itu.

Namun Direktur anggaran Gedung Putih, Shalanda Young baru-baru ini telah memperingatkan dalam suratnya kepada Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson dan para pemimpin kongres lainnya pada hari Senin (4/12) waktu setempat,  bahwa Amerika Serikat kehabisan waktu dan uang untuk membantu Ukraina berperang dengan Rusia.

Pemerintahan Presiden Joe Biden pada bulan Oktober meminta Kongres hampir $106 miliar untuk mendanai rencana ambisius bagi Ukraina, Israel, serta keamanan perbatasan AS.

Partai Republik menguasai Dewan Perwakilan Rakyat dengan mayoritas tipis, dan pendanaan untuk Ukraina telah menjadi kontroversial secara politik di kalangan anggota parlemen yang berhaluan kanan.

Dikutip dari Reuters, Young mengatakan dalam surat yang dikeluarkan Gedung Putih bahwa penghentian pendanaan dan aliran senjata ke Ukraina akan meningkatkan kemungkinan kemenangan Rusia.

“Saya ingin memperjelas: tanpa tindakan kongres, pada akhir tahun ini kita akan kehabisan sumber daya untuk membeli lebih banyak senjata dan peralatan untuk Ukraina dan untuk menyediakan peralatan dari persediaan militer AS,” tulisnya.

“Tidak ada dana ajaib yang tersedia untuk memenuhi momen ini. Kita kehabisan uang – dan hampir kehabisan waktu.”

Sebelumnya di akhir pekan lalu Sekjen NATO, Jens Stoltenberg dalam sebuag wawancara mendefinisikan perang Rusia dan Ukraina sebagai “perang berkepanjangan, pertarungan efisiensi, pertarungan logistik.”

Tambahan produksi amunisi oleh anggota-anggota NATO sangat diperlukan.

“Kami berupaya keras untuk memastikan (tambahan amunisi) ini tercapai,” tegas Stoltenberg. (reuters/tje)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan