MTU News
Beranda Daerah 5 Kedai Kopi Legendaris di Medan & Siantar

5 Kedai Kopi Legendaris di Medan & Siantar

Illustrasi

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Budaya minum kopi di Medan dan Pematang Siantar telah berkembang selama lebih dari satu abad, seiring dengan berdirinya sejumlah kedai kopi legendaris yang masih beroperasi hingga kini. Kopitiam atau kedai kopi tradisional di kedua kota ini bukan sekadar tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan perkembangan budaya setempat.

Sejak dahulu, masyarakat setempat telah mengolah kopi dengan metode tradisional—biji kopi robusta yang dipanggang dark roast, digiling halus, lalu diseduh dengan cara disaring atau ditubruk. Cita rasa khas ini bertahan hingga sekarang, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu kedai kopi tertua di Medan adalah Kedai Kopi Apek, yang telah melayani pelanggannya sejak tahun 1923. Berlokasi di Jalan Hindu No.37, Medan Barat, kedai ini tetap mempertahankan racikan kopi klasiknya—kopi hitam dan kopi susu—yang disajikan dengan camilan khas. Tak heran jika tempat ini selalu dipadati pelanggan dari berbagai kalangan.

Di Pematang Siantar, Kopi Kok Tong juga telah menjadi bagian dari sejarah kota. Berdiri sejak 1924, kedai ini mempertahankan proses produksi kopinya secara turun-temurun. Kopi robusta khas Kok Tong memiliki aroma kuat dan bercita rasa otentik, yang kini telah dikenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Kedai Kopi Sedap, yang berdiri sejak 1939, juga masih eksis di Siantar. Kedai ini hanya menawarkan dua menu utama—kopi hitam dan kopi susu—dengan resep yang tetap dipertahankan sejak awal berdiri. Selai srikaya buatan sendiri menjadi pelengkap khas yang banyak dicari pelanggan.

Di Medan, ada pula Kedai Kopi Sidempuan, yang telah berdiri sejak 1930 dan masih mempertahankan konsep sederhana khas kedai kopi tempo dulu. Pengunjung dapat menikmati kopi hitam atau kopi susu yang disajikan bersama roti srikaya panggang dan telur kampung setengah matang, menu klasik yang tetap diminati hingga kini.

Sayangnya, tidak semua kedai kopi legendaris berhasil bertahan. Kopi Tiam Ong, yang dibuka sejak 1968, kini telah tutup permanen. Padahal, kedai ini dikenal memiliki menu kopi dengan nama-nama unik, seperti Kopi Tarik Halia dan Kopi Aged Monsoon Gajo, yang menarik perhatian banyak pelanggan.

Keberadaan kedai-kedai kopi ini membuktikan bahwa budaya minum kopi di Medan dan Pematang Siantar bukan sekadar tren, melainkan bagian dari warisan yang terus hidup di tengah masyarakat. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan