MEXICO CITY || MTUNews.com – Kematian gembong narkoba Meksiko, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam operasi militer di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Minggu (22/2/2026), mengguncang struktur kepemimpinan Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Ia dilaporkan tewas akibat luka tembak saat dievakuasi menuju Mexico City, meninggalkan kekosongan di pucuk komando salah satu kartel paling berpengaruh di Meksiko.
Sebelum tewas, El Mencho memimpin CJNG dengan struktur hierarkis yang dikendalikan lingkar inti berisi keluarga dan orang kepercayaan. Di bawahnya terdapat tokoh-tokoh kunci, antara lain Juan Carlos Valencia Gonzalez alias El Pelon yang disebut sebagai pemimpin de facto kedua, serta Julio Alberto Castillo Rodriguez alias El Chorro yang merupakan menantunya. Operasi kartel dibagi ke dalam sejumlah “plaza” regional yang dipimpin bos wilayah dan melapor ke pusat, sementara sayap keuangan dijalankan kelompok Los Cuinis yang dikelola keluarga Gonzalez Valencia.
Sejumlah nama muncul sebagai kandidat penerus, meski belum ada penunjukan resmi. Gonzalo Mendoza Gaytan alias El Sapo disebut sebagai figur kuat karena posisinya sebagai bos Plaza Puerto Vallarta. Putri El Mencho, Jessica Johanna Oseguera Gonzalez alias La Negra, dinilai memiliki kedekatan dengan jaringan bisnis keluarga meski tengah menjalani hukuman. Sementara itu, Ruben Oseguera Gonzalez alias El Menchito—yang pernah menjadi orang nomor dua—juga masuk dalam spekulasi meskipun telah divonis bersalah. Nama lain yang mencuat ialah Audias Flores Silva alias El Jardinero, komandan regional yang dikaitkan dengan operasi kekerasan dan perdagangan narkotika.

Pasca-kematian El Mencho, gelombang kekerasan dilaporkan terjadi di Jalisco dan wilayah lain, ditandai pembakaran kendaraan dan pemblokiran jalan. Otoritas Meksiko mencatat sedikitnya 73 korban tewas, termasuk aparat keamanan dan anggota kartel, dengan 25 di antaranya personel Garda Nasional. Salah satu tangan kanan El Mencho, Hugo Cesar Macias Urena alias El Tuli, yang sempat mengambil alih operasi logistik dan keuangan, juga tewas dalam operasi pasukan khusus. Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita sekitar 7,2 juta peso Meksiko dan 965.000 dolar AS dalam bentuk tunai serta sejumlah senjata api.
Hingga kini, belum ada figur yang secara resmi mengonsolidasikan kendali atas CJNG, memunculkan potensi konflik internal dan perebutan pengaruh di antara faksi-faksi kartel. (red-MS)