MTU News
Beranda Internasional Prabowo Kembali Setelah Lawatan ke Rusia dan Prancis

Prabowo Kembali Setelah Lawatan ke Rusia dan Prancis

Tangkapan layar — Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (15/4/2026), usai merampungkan lawatan luar negeri. (MTUNews.com/YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA || MTUNews.com – Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (15/4) siang, setelah merampungkan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis. Pesawat kepresidenan yang membawanya mendarat sekitar pukul 14.00 WIB, sebagaimana dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Setibanya di apron, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra. Presiden yang mengenakan safari cokelat muda dan bertopi biru sempat berbincang singkat dengan para pejabat sebelum meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memulai lawatan luar negerinya dengan mengunjungi Moskow, Rusia, pada Senin (13/4) waktu setempat. Di sana, ia menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin yang berlangsung sekitar lima jam. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor energi, sumber daya mineral, dan hilirisasi, serta memperluas kolaborasi di bidang lain yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Kedua pemimpin juga membahas dinamika geopolitik global, dengan Indonesia memandang Rusia sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga keseimbangan internasional.

Usai dari Rusia, Presiden melanjutkan kunjungan ke Paris, Prancis, dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Selasa (14/4). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, termasuk pengadaan alutsista dan pengembangan industri pertahanan, hingga transisi energi, infrastruktur, pendidikan, serta ekonomi kreatif.

Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai mitra strategis di kawasan Eropa dalam mendorong kerja sama bilateral yang lebih luas dan berkelanjutan. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan