Keinginannya menjadi pengemudi bus muncul saat pertama kali melihat perempuan lain mengemudikan kendaraan besar di Melbourne. Dari situlah ia terdorong mencoba jalur karier baru yang jauh berbeda dari pekerjaannya di Indonesia sebagai manajer agensi asuransi perbankan.
Perjalanan Yanti tidak instan. Ia sempat menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari membantu usaha kuliner hingga menjadi petugas kebersihan, sebelum akhirnya mengambil kursus dan memperoleh lisensi Medium Rigid (MR) pada 2020. Setahun kemudian, ia melamar ke perusahaan Ventura Bus dan berhasil lolos setelah melalui proses seleksi dan pelatihan.
Di awal kariernya, Yanti mengakui menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengendalikan kendaraan berukuran besar yang membutuhkan perhitungan dan ketelitian lebih dibanding mobil biasa. Namun, dengan tekad dan latihan, ia mampu beradaptasi hingga kini menikmati profesinya.
Pengalaman serupa dirasakan Indah Adjam, sesama perempuan Indonesia di Melbourne yang menjadi sopir SkyBus dengan rute bandara. Ia juga sempat mengalami masa sulit selama pelatihan, namun kini mampu menjalani pekerjaannya dengan percaya diri.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Selain harus berhati-hati di jalan, Yanti juga kerap menghadapi beragam karakter penumpang, termasuk yang melanggar aturan atau membuat keributan. Dalam situasi tertentu, ia harus berkoordinasi dengan pusat kendali operasional untuk menjaga keamanan perjalanan.
Di balik tantangan tersebut, Yanti tetap melihat profesinya sebagai peluang untuk berkembang sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu menembus berbagai bidang pekerjaan. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, ia mengajak perempuan untuk berani mengejar mimpi dan tidak ragu mencoba hal baru, selama itu membawa manfaat dan kebaikan bagi diri sendiri. (red-win)