WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru, Akun Makin Sulit Dibajak
Daftar isi:
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – WhatsApp, platform pesan instan milik Meta, mengumumkan tiga fitur keamanan baru untuk memperkuat perlindungan akun pengguna dari ancaman pembajakan dan berbagai modus penipuan.
Tiga pembaruan tersebut meliputi dukungan penggunaan lebih dari satu passkey, peningkatan keamanan verifikasi dua langkah (two-step verification/2FA), serta penambahan informasi ketika pengguna menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
Pengumuman tersebut disampaikan WhatsApp melalui blog resminya pada Selasa (25/8/2026).

Verifikasi Dua Langkah Kini Lebih Kuat
Salah satu pembaruan utama terdapat pada sistem verifikasi dua langkah. Selama ini, pengguna WhatsApp mengamankan akun dengan PIN enam digit.
Kini, WhatsApp meningkatkan sistem tersebut dengan memungkinkan pengguna menggunakan password yang lebih panjang dan kompleks. Password dapat berupa kombinasi huruf dan angka (alfanumerik), termasuk karakter khusus seperti @, #, * dan simbol lainnya.
Penguatan ini membuat kredensial keamanan lebih sulit ditebak dibandingkan PIN enam digit.
“Selama ini berupa PIN enam digit, sekarang kami meningkatkannya menjadi password lengkap, lebih panjang, alfanumerik, bahkan dengan karakter khusus agar lebih sulit ditebak,” kata WhatsApp.

WhatsApp juga mengingatkan pengguna yang masih menggunakan PIN atau kombinasi sederhana untuk segera menggantinya dengan kredensial yang lebih kuat.
Verifikasi dua langkah berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mencegah akun diambil alih pihak lain. Dengan sistem ini, meskipun pelaku berhasil memperoleh kode OTP (one-time password) pengguna, masih terdapat kredensial tambahan yang harus dilewati sebelum akun dapat diakses.
Satu Akun WhatsApp Bisa Memiliki Lebih dari Satu Passkey
WhatsApp juga memperluas dukungan terhadap fitur passkey. Fitur ini memungkinkan pengguna masuk kembali atau memverifikasi identitas menggunakan metode keamanan yang tersedia pada perangkat, seperti sidik jari, Face ID, atau kode kunci layar.
Dengan passkey, pengguna tidak selalu harus bergantung pada kode atau PIN untuk melakukan proses verifikasi tertentu.

WhatsApp menyebut lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia telah mengaktifkan passkey.
Kini, satu akun WhatsApp dapat memiliki lebih dari satu passkey. Pembaruan ini terutama berguna bagi pengguna yang menggunakan WhatsApp pada perangkat dengan platform berbeda, seperti Android dan iOS.
Pengguna dapat membuat passkey terpisah untuk masing-masing perangkat atau platform yang digunakan.
Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka:

Settings > Account > Passkeys
WhatsApp Tambahkan Informasi Saat Ada Panggilan dari Nomor Tak Dikenal
Fitur keamanan ketiga ditujukan untuk membantu pengguna mengenali panggilan masuk dari nomor yang tidak tersimpan di kontak.
Khusus pengguna Android, WhatsApp kini memberikan informasi tambahan mengenai penelepon tidak dikenal sebelum pengguna memutuskan untuk mengangkat panggilan.
Informasi tersebut antara lain dapat menunjukkan apakah nomor penelepon berasal dari negara lain dan apakah pengguna memiliki grup WhatsApp yang sama dengan penelepon.

Tambahan informasi ini diharapkan membantu pengguna mengenali panggilan mencurigakan dan mempertimbangkan apakah panggilan tersebut aman untuk dijawab.
WhatsApp menilai penipu sering memanfaatkan kepanikan dan rasa urgensi untuk membuat calon korban segera merespons tanpa terlebih dahulu memeriksa identitas pihak yang menghubungi.
Dengan adanya informasi tambahan, pengguna diharapkan dapat lebih berhati-hati sebelum menerima atau merespons panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
Melanjutkan Penguatan Keamanan WhatsApp
Tiga fitur baru tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembaruan keamanan yang terus dilakukan WhatsApp sepanjang 2026.

Pada Januari 2026, WhatsApp mulai merilis Strict Account Settings, yakni pengaturan keamanan tambahan yang ditujukan bagi pengguna berisiko tinggi, termasuk jurnalis dan figur publik. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap serangan siber canggih, termasuk spyware.
Selanjutnya, pada Maret 2026, WhatsApp mengumumkan sistem peringatan untuk mendeteksi permintaan device linking yang diduga berkaitan dengan modus penipuan.
Dalam modus tersebut, korban biasanya dibujuk untuk memberikan kode penautan atau memindai kode QR tertentu. Jika berhasil, pelaku dapat menautkan perangkatnya ke akun WhatsApp korban dan memperoleh akses tanpa sepengetahuan pemilik akun.
WhatsApp juga mulai menguji Scam Alert secara terbatas pada Agustus 2026. Fitur yang masih dalam tahap beta tersebut menggunakan model machine learning yang berjalan secara lokal di perangkat untuk memberikan peringatan ketika sistem mendeteksi indikasi bahwa pengguna sedang menjadi sasaran penipuan.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, WhatsApp terus memperkuat sistem keamanan untuk membantu pengguna melindungi akun sekaligus mengenali berbagai modus penipuan yang semakin beragam. (red-sjs)
sumber: kompas.com

















