MTU News
Beranda Nasional Komut PT KAI Said Aqil Siradj: Semua BUMN Punya Benih Radikalisme

Komut PT KAI Said Aqil Siradj: Semua BUMN Punya Benih Radikalisme

Foto: Istimewa

Komisaris Utama PT KAI (Persero) Said Aqil Siradj mengungkapkan, seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki benih radikalisme.

Hal tersebut disampaikan Said Aqil saat menghadiri acara Inovation and Improvement Award (IIA) Tahun 2023 di Hotel Illira Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/8).

“Waktu saya Ketua PBNU, selalu berbicara dengan semua pihak. Semua BUMN ada benih-benih radikalisme,” kata Said Aqil kepada wartawan.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut oleh mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021 itu, di antaranya PLN, Telkom, Pertamina dan lain sebagainya.

“Banyak sekali, termasuk di KAI,” ungkap Said Aqil.

Menurutnya, paham radikalisme tersebut terdapat di semua lini. Dan, merupakan ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ternyata radikalisme, terorisme itu ada di mana-mana. Dan, sampai hari ini masih ada. Masih merupakan ancaman bagi kita semua,” ujar Aqil.

Said Aqil menegaskan, paham terorisme merupakan budaya asing, bukan karakter bangsa Indonesia.

“Yang sesungguhnya itu merupakan asing bagi karakter bangsa kita. Itu jelas virus radikalisme, terorisme datang dari luar. Bukan karakter bangsa Indonesia,” tegas dia.

Oleh sebab itu, terorisme bukan musuh satu golongan atau kelompok, melainkan musuh semua masyarakat.

“Merupakan musuh agama, musuh kemanusiaan. Maka, mari kita jadikan musuh kita bersama,” ungkap Said Aqil.

Said Aqil Siradj juga menguatkan pernyataannya tersebut dengan mengutip sebuah ayat Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 60.

“Dalam Al-Quran dikatakan, Walmurjifuuna filmadiinati lanukhriyannakabihim; wahai Muhammad (Nabi Muhammad SAW) orang-orang yang bikin gaduh di Madinah, usir. Jadi Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah di Al Quran, mengusir orang yang bikin gaduh di Madinah, dan jangan dibiarkan hidup di Madinah,” ujar Said Aqil.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengaku sudah melakukan upaya pencegahan, dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Menurut Didiek, pihak internal PT KAI sudah bekerjasama dengan BNPT sejak 5 tahun lalu, atau sekitar tahun 2018 silam.

“Secara internal, KAI bekerjasama dengan BNPT mulai tahun 2018,” kata Didiek di Banyuwangi.

Didiek mengaku, selama ini telah melakukan upaya pencegahan dengan maksimal.

“Dan tahun 2021 pada masa pandemi kita perbaharui di stasiun Bandung waktu itu. Saya bersama Kepala BNPT, Pak Komjen Boy Rafli Amar, dalam rangka pencegahan itu,” imbuhnya

Didiek juga mengklaim, selama ini PT KAI bersama BNPT sudah melakukan sosialisasi pencegahan terorisme ke seluruh Indonesia.

“Waktu itu Pak Boy Rafli kita bawa ke seluruh Daop se Pulau Jawa dan jajarannya ke Pulau Sumatera untuk mencegah paham-paham radikalisme seperti ini,” ucap Didiek.

Baiat ke ISIS

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri menangkap pegawai KAI berinisial DE di Bekasi terkait dugaan terlibat aksi terorisme. Densus 88 menyebut DE pernah menjadi anggota kelompok Mujahidin, lalu berbaiat kepada ISIS.

“Pada tahun 2010, itu pernah bergabung dengan jaringan Mujahidin Indonesia Barat pimpinan WM, sudah ditangkap,” kata Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Aswin Siregar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8).

Setelah itu, Mujahidin Indonesia Barat bubar. DE kemudian aktif dan berbaiat ke ISIS pada 2014.

“2014, DE pertama kali menyatakan baiat kepada amir ISIS. Dari situ, mulai dia melakukan aktivitas-aktivitas persiapan. Yang bersangkutan melakukan latihan, pengumpulan peralatan yang dibutuhkan,” katanya.

Kombes Aswin mengatakan DE aktif melakukan propaganda-propaganda di media sosial. Akun media sosialnya pernah diblokir, namun membuat akun baru untuk menyebarkan paham terorisme.

“Yang bersangkutan aktif di social media sampai beberapa akun sebelumnya telah di-report, dan ditutup oleh Facebook maupun YouTube karena diduga mempropaganda aksi terorisme,” katanya.

“Tapi yang bersangkutan berganti akun lagi dan memposting lagi, dan lebih privat belakangan ini,” ujarnya.

Miliki 16 Senjata

Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan polisi mengamankan 16 pucuk senjata dalam penangkapan DE. DE disebut telah berbaiat kepada pemimpin ISIS, Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi.

“Ada 16 pucuk senjata, 11 laras pendek dan 5 laras panjang,” kata Ramadhan, di kantor Mabes Polri.

Ramadhan mengatakan, senjata yang diamankan tersebut merupakan senjata jenis pabrikan maupun senjata rakitan. Selain itu Polri juga mengamankan sejumlah magasin dan amunisinya.

“Ada isi komputer juga yang masih di dalami dan beberapa barang bukti lain,” ujarnya.

Berencana Serang Mako Brimob

Kombes Aswin Siregar mengatakan, DE berencana melakukan amaliyah dengan menyerang Mako Brimob Kelapa Dua. Tujuannya untuk membebaskan para narapidana terorisme (napiter).

“Pengakuan yang bersangkutan, Mako Brimob Kelapa Dua menjadi opsi utama/karena terinspirasi kerusuhan Mako Brimob 2018 dan film pertempuran ghuwairan (pembebasan napiter di Syam),” kata Aswin.

Dia mengaku ingin merebut gudang senjata di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok untuk selanjutnya digunakan menyerang polisi.

Aswin mengatakan pengakuan tersebut masih akan didalami oleh pihak Densus 88 Antiteror.

“Ini keterangan yang bersangkutan kepada penyidik semalam. Masih akan kami dalami fakta-faktanya,” lanjut Aswin.

Aswin Siregar, mengatakan, DE memiliki semangat untuk melakukan tindak pidana terorisme setelah tahanan teroris menyerang petugas di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Mei 2018.

“Dalam pemeriksaan, punya ghiroh setelah melihat video pemberontakan pelaku teroris di Mako Brimob, ini masih kita dalami,” kata Kombes Aswin .

Setelah itu, DE melakukan latihan-latihan untuk bisa melancarkan aksi terorisme. Selain menyerang polisi, DE juga disebut hendak menyerang markas TNI.

“Sehingga yang bersangkutan melakukan latihan-latihan, sudah beberapa kali melakukan latihan, kemudian memiliki rencana atau niatan aksi kembali ke Mako Brimob di Kelapa Dua dan di Jawa Barat, juga terhadap beberapa markas tentara yang sudah dikenali atau sudah ditandai, di-profiling oleh yang bersangkutan,” jelas Aswin.

DE disebut juga memiliki akun jualan online yang berkamuflase menjual diecast atau mainan militer.

“Kita amankan yang bersangkutan setelah mem-profiling, yang bersangkutan memiliki juga akun marketplace di salah satu akun penjualan online yang dikamuflasekan yang bersangkutan untuk berjualan diecast mainan militer,” ujar Aswin Siregar.

Adapun mainan militer yang dia jual seperti perlengkapan dan senjata-senjata mainan.

“Yang berkaitan dengan perlengkapan ada gear, ada baju, ada perlengkapan taktikal, termasuk senjata ini,” imbuhnya.

Densus 88 akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya soal peredaran senjata ini.

“Senjata ilegal itu dapat ditingkatkan menjadi senjata api, dengan kemampuan dan keahlian. Dalam konteks ini, kita perlu kerja sama dengan Polda Metro dengan wilayah hukumnya. Bagaimana ini bisa terlaksana perdagangan soft gun-nya dan bagaimana menjualnya,” kata Aswin Siregar.

Pihaknya juga akan intesif melakukan pencegahan. Selain itu, peredaran senjata api ini akan ditelusuri.

“Akan semakin diintensifkan untuk mencegah dan menangkap paham radikalisme dan peredaran senjata api sampai penyasar,” ujarnya. (Sumber :Kompas/detikcom/c)

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan